Gelar ESG Workshop Bareng IDX Channel, PwC Indonesia Tekankan Pentingnya Laporan Keberlanjutan

Gelar ESG Workshop Bareng IDX Channel, PwC Indonesia Tekankan Pentingnya Laporan Keberlanjutan

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 22 Juli 2026 - 17:18
share

IDXChannel - PwC Indonesia bersama IDX Channel menggelar ESG Workshop 2026 dengan tema "Unlocking Corporate Value Through ESG Excellence and Sustainability Reporting". Workshop tersebut menekankan pentingnya Laporan Keberlanjutan (Sustainibility Report) sebagai salah satu pertimbangan pemodal dalam berinvestasi.

Digelar di Meeting Room PwC Indonesia, WTC 3, Jakarta, Rabu (22/7/2026), acara ini menjadi wadah bagi perusahaan tercatat, regulator, dan pelaku pasar modal untuk membahas strategi meningkatkan nilai perusahaan melalui penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Sustainability Report.

Partner & Sustainability Leader PwC Indonesia, Yuliana Sudjono, mengatakan penyelenggaraan workshop ini bertepatan dengan proses penyusunan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terbaru mengenai Pelaporan Keberlanjutan yang dijadwalkan rampung pada Oktober 2026. Workshop ini bertujuan membantu emiten mempersiapkan diri memenuhi ketentuan baru mengenai Laporan Keberlanjutan yang akan mengacu pada standar PSPK-1 dan PSPK-2.

"Dalam sesi ini kita bahas bukan hanya terkait dengan standarnya, tetapi juga persiapan menuju assurance-nya, di mana menurut ketentuan POJK-nya itu akan dilakukan paling cepat tahun 2029, yang berarti emiten memiliki waktu kurang lebih 2 tahun untuk mempersiapkan diri dalam how governance dan kemudian juga audit drill untuk diaudit kemudian hari," ucap Yuliana.

Yuliana menilai penyusunan Pelaporan Keberlanjutan tidak lagi sekadar menjadi kewajiban kepatuhan, melainkan bagian penting dari strategi bisnis perusahaan. Menurutnya, investor kini semakin mempertimbangkan bagaimana perusahaan mengantisipasi risiko perubahan iklim yang dapat memengaruhi kinerja keuangan.

Dimencontohkan perusahaan yang sangat bergantung pada sumber daya alam, seperti sektor pertanian, berpotensi mengalami penurunan produktivitas akibat perubahan iklim. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menekan pendapatan perusahaan dan memengaruhi keputusan investor.

"Jadi ini kan men-trigger (memicu) pertanyaan dari investor: ketika saya investasi di perusahaan yang belum memikirkan terkait dengan antisipasi dampak dari climate (lingkungan), apakah investasi yang saya masukkan ini akan return balik ke saya, atau haruskah saya mencari perusahaan lain yang telah embedded (memasukkan) dalam strategi perusahaannya terkait dengan antisipasi dari uncertainty (ketidakpastian) dari climate itu sendiri, " tuturnya.

Oleh karena itu, menurut Yuliana, Sustainability Report yang kredibel menjadi titik awal bagi perusahaan untuk menunjukkan strategi keberlanjutan sekaligus menjaga keberlangsungan usahanya di mata investor.

Selain itu, dia menekankan pentingnya perusahaan menetapkan metrik dan target yang jelas dalam pelaporan keberlanjutan. Pasalnya, laporan yang menunjukkan capaian stagnan tanpa perbaikan berisiko menurunkan kepercayaan investor terhadap efektivitas strategi ESG yang dijalankan.

"Oleh sebab itu, dari pengalaman yang kita lihat, biasanya perusahaan akan mulai men-develop governance-nya (mengembangkan tata kelola) mereka, memastikan bahwa aspek yang material ini strateginya itu akan berjalan, sehingga target yang ingin dicapai itu akan tercapai di dalam pelaporan berikutnya," tutur Yuliana.

Dia juga menambahkan implementasi ESG tidak boleh berhenti pada penyusunan laporan semata. Perusahaan juga perlu memastikan strategi tersebut diterapkan dalam operasional sehingga mampu memperbaiki proses bisnis, menjadi lebih ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan daya saing di mata pelanggan maupun mitra usaha.

"Ini yang paling penting, di luar dari pelaporan itu sendiri, bagaimana memastikan strategi itu dapat terlaksana sehingga memperbaiki proses dan prosedur di perusahaan agar lebih ramah lingkungan, dan eventually menjadi pilihan dari customer (pelanggan) ketika mereka memilih supplier atau vendor-nya mereka," ujar Yuliana.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik