PP Properti (PPRO) Bukukan Pendapatan Rp171,2 Miliar pada Semester I-2026

PP Properti (PPRO) Bukukan Pendapatan Rp171,2 Miliar pada Semester I-2026

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 22 Juli 2026 - 16:50
share

IDXChannel - PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatat kinerja yang beragam sepanjang Januari-Juni 2026. Anak usaha PT PP (Persero) Tbk (PTPP) itu membukukan kenaikan pendapatan hingga dua digit meski kinerja bottom line masih tertekan.

Kinerja tersebut terjadi di tengah proses perseroan melakukan penataan fundamental melalui serangkaian langkah strategis mulai dari penyesuaian kembali nilai aset, persediaan, hingga investasi tertentu yang diharapkan dapat mencerminkan nilai wajar.

Dalam laporan keuangan unaudited yang terbit Rabu (22/7/2026), PPRO mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp171,2 miliar, tumbuh 20,4 persen dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp142,2 miliar.

Penjualan apartemen masih mendominasi pendapatan usaha PPRO sebesar Rp111,3 miliar, sedangkan penjualan perumahan dan tanah masing-masing Rp811 juta dan Rp1,37 miliar.

Di samping itu, PPRO juga memiliki pendapatan berulang (recurring income) dengan total nilai Rp57,7 miliar atau 34 persen dari total pendapatan. Segmen pendapatan tersebut terutama disumbang oleh pendapatan dari hotel yang mencapai Rp43 miliar.

Beban pokok penjualan PPRO juga meningkat seiring dengan lonjakan penjualan. Pada pos ini, kenaikannya mencapai 17,1 persen menjadi Rp163,8 miliar.

Dengan begitu, laba kotor PPRO tersisa Rp7,2 miliar dengan margin kotor 4,2 persen. Meski laba naik 200 persen, kinerja operasional perseroan tetap negatif dengan rugi sebelum pajak menembus Rp206,2 miliar.

Tingginya beban usaha tersebut terutama akibat pembayaran beban keuangan Rp72,8 miliar serta beban lain-lain sebesar Rp106,2 miliar. Beban lain-lain yang tinggi tersebut akibat adanya penyesuaian beban administrasi bank yang mencapai Rp110 miliar.

Dengan demikian, PPRO mengalami rugi bersih Rp206,7 miliar, berbalik dari laba pada semester I-2025 yang mencapai Rp47,2 miliar.

Meski secara akuntasi merugi, arus kas PPRO justru meningkat di mana kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi mencapai Rp34 miliar dari sebelumnya minus Rp2,6 miliar. Kondisi ini terjadi lantaran penerimaan kas dari pelanggan yang meningkat serta pembayaran kas kepada pemasok yang lebih rendah.

PPRO juga berkomitmen untuk memenuhi kewajiban utangnya kepada kreditur. Di semester I-2026, perseroan membayar utang sebesar Rp30,8 miliar dengan rincian Rp20,8 miliar berupa beban bunga dan Rp9,9 miliar untuk utang bank.

Posisi kas dan setara kas hingga 30 Juni 2026 tidak banyak berubah di kisaran Rp84 miliar. Perseroan juga mencatat pos piutang jumbo meski angkanya berkurang menjadi Rp1,59 triliun, mencerminkan tantangan besar PPRO mengonversi piutang tersebut menjadi kas. 

Tantangan juga datang dari persediaan yang menembus Rp6 triliun. Pun dengan liabilitas yang besar mulai dari utang pajak dan biaya yang masih harus dibayar, termasuk utang bank yang tercatat mencapai Rp990 miliar.

Selain melakukan perbaikan tata kelola, PPRO saat ini juga tengah melakukan penataan portofolio dengan fokus pada aset-asaet yang produktif dan memiliki tingkat monetisasi yang optimal. Perseroan juga terus melakukan recovery aset sebagai bagian dari strategi optimalisasi tersebut.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik