Ditelepon Seskab Teddy, Wamentan Sudaryono Siap Dilantik Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang

Ditelepon Seskab Teddy, Wamentan Sudaryono Siap Dilantik Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang

Ekonomi | okezone | Rabu, 22 Juli 2026 - 13:17
share

JAKARTA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengaku telah menerima telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait pelantikannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri pada hari ini.

"Saya tadi ditelepon oleh Pak Teddy, untuk nanti sore ada pelantikan ya, jadi betul (penunjukan kepala BGN)," kata Sudaryono saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga telah mengumumkan secara resmi penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN.

"Dan tadi juga Pak Mensesneg sudah memberikan keterangan pers bahwa saya ditunjuk oleh Presiden untuk kemudian menggantikan Bu Nani yang mengundurkan diri karena faktor kesehatan," lanjutnya.

Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan Presiden telah menunjuk Sudaryono untuk memimpin BGN. Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah Nanik S Deyang mengajukan pengunduran diri.

"Presiden memutuskan mengganti Kepala BGN, yaitu Pak Sudaryono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan.

Prasetyo menjelaskan pemerintah telah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menetapkan pengganti Nanik. Ia menilai proses mencari sosok yang tepat untuk memimpin BGN bukanlah perkara mudah.

"Ada dinamika baru, yaitu Kepala BGN mengundurkan diri. Sekali lagi, bukan sesuatu yang mudah mencari pengganti," ujarnya.

Kabar pergantian pucuk pimpinan BGN sebelumnya telah beredar setelah Nanik S Deyang mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun media sosial pribadinya.

Dalam unggahannya, Nanik menyampaikan bahwa ia harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri sehingga memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit kepada Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini, Rabu (22/7), saya berangkat," tulis Nanik.

Ia menegaskan keputusan menjalani pengobatan di luar negeri bukan karena meragukan kualitas tenaga medis di Indonesia, melainkan untuk mendapatkan pendapat medis kedua (second opinion).

"Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," tuturnya.

Topik Menarik