Eastparc Hotel (EAST) Raup Laba Bersih Rp16,9 Miliar di Semester I-2026
IDXChannel - PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) mencatat kinerja positif pada enam bulan pertama tahun ini. Emiten perhotelan yang berbasis di DIY itu membukukan laba bersih sebesar Rp16,9 miliar.
Capaian tersebut tumbuh 34 persen dibandingkan semester I-2025 yang mencapai Rp12,6 miliar. Hal ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam melakukan efisiensi operasional di tengah kondisi industri perhotelan yang menantang.
Dalam laporan keuangan unaudited yang dikutip Jumat (17/7/2026), Eastparc sepanjang semester I-2026 membukukan pendapatan sebesar Rp44,78 miliar atau tumbuh 1 persen. Pendapatan dari segmen penyewaan kamar menjadi tumpuan utama sebesar 70 persen, sedangkan makanan dan minuman menyumbang 24 persen serta sisanya lain-lain.
Laba kotor naik 3 persen menjadi Rp34,6 miliar seiring beban pokok pendapatan yang turun di tengah pertumbuhan pendapatan. Laba usaha juga meningkat 19 persen menjadi Rp19,5 miliar sejalan dengan penyusutan beban usaha dan beban penyusutan.
Alhasil, laba bersih meningkat tajam menjadi Rp16,9 miliar. Di samping itu, kinerja bottom line perseroan juga turut disumbang dengan divestasi aset digital alias kripto sebesar Rp1,08 miliar.
Sejalan dengan peningkatan kinerja laba rugi, arus kas dari aktivitas operasi juga membaik. Hingga 30 Juni 2026, arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp18,3 miliar, naik 10 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp16,7 miliar.
Kenaikan arus kas tersebut lebih disebabkan oleh efisiensi pada beban usaha yang turun hinggq 36 persen menjadi Rp10,4 miliar. Sementara penerimaan kas dari pelanggan turun 7 persen menjadi Rp46,2 miliar.
Eastparc juga menghasilkan kas dari penjualan aset digital Rp5,1 miliar yang dialihkan sebagian besar membeli aset tetap Rp3,8 miliar serta membayar dividen kepada pemegang saham senilai Rp38,8 miliar.
Dengan begitu, posisi kas dan setara kas secara neto turun Rp18 miliar dalam enam bulan terakhir menjadi Rp9,1 miliar. Angka itu belum termasuk simpanan dalam bentuk deposito sebesar Rp1,05 miliar, turun usai dicairkan Rp1,9 miliar untuk membayar dividen.
Aset Eastparc juga menyusut menjadi Rp484,9 miliar sejalan dengan penurunan pada posisi kas serta piutang. Adapun aset terbesar yang dimiliki Eastparc berupa hotel dengan valuasi Rp468,3 miliar.
Dari sisi liabilitas, perseroan menarik utang bank sebesar Rp1 miliar pada semester I-2026, sehingga membuat posisi utang bank bertambah menjadi Rp5 miliar. Secara total, liabilitas EAST mencapai Rp26,1 miliar.
Sementara itu, posisi ekuitas tercatat sebesar Rp458,7 miliar, terutama disokong tambahan modal disetor Rp206,3 miliar serta penghasilan komprehensif lain sebesar Rp209,4 miliar. Saldo laba berada di level Rp9,1 miliar.
(Rahmat Fiansyah)










