Asia Pacific Investama (MYTX) Catat Laba imbas Keuntungan Kurs Jumbo

Asia Pacific Investama (MYTX) Catat Laba imbas Keuntungan Kurs Jumbo

Ekonomi | idxchannel | Jum'at, 17 Juli 2026 - 11:54
share

IDXChannel - PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX) mencatat peningkatan kinerja pada paruh pertama tahun ini (Januari-Juni 2026). Perusahaan yang bergerak di bidang garmen dan tekstil itu meraih laba bersih usai membukukan keuntungan kurs cukup besar.

Sepanjang semester I-2026, MYTX mencatatkan laba bersih sebesar Rp57,9 miliar, berbalik dari posisi rugi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp14,8 miliar.

Mengacu laporan keuangan unaudited, Jumat (17/7/2026), penjualan neto MYTX tumbuh 3,6 persen menjadi Rp508,2 miliar. Namun, beban pokok penjualan yang besar justru membuat MYTX mengalami rugi kotor Rp1,9 miliar dari sebelumnya laba Rp4,9 miliar.

Selain itu, perseroan menghadapi kenaikan beban penjualan menjadi Rp6,3 miliar. Namun, keuntungan kurs yang diperoleh hingga Rp99,9 miliar membuat laba usaha MYTX melesat 467 persen menjadi Rp87 miliar.

MYTX juga harus membayar beban keuangan sebesar Rp26,9 miliar, sehingga laba sebelum pajak melesat menjadi Rp60,1 miliar dari sebelumnya rugi Rp15,3 miliar.

Tekanan terhadap kenaikan beban produksi dan operasional juga tampak dari arus kas dari aktivitas operasi yang minus Rp10,9 miliar. Padahal pada semester I-2025, arus kas operasi masih positif Rp17,8 miliar. Penurunan kinerja arus kas ini disebabkan oleh meningkatnya pembayaran kas kepada pemasok.

Dari sisi neraca, posisi kas dan setara kas turun 60 persen dalam enam bulan terakhir menjadi Rp11,6 miliar. Piutang turun 37 persen menajdi Rp58,6 miliar, sedangkan persediaan naik 17 persen menjadi Rp436,3 miliar.

Sementara liabilitas, baik jangka panjang maupun pendek, relatif stabil masing-masin Rp2,17 triliun dan Rp1,88 triliun, mencerminkan tingginya porsi utang dalam menjalankan operasional dengan posisi modal yang negatif Rp547 miliar.

Saat ini, saham MYTX masih terkena suspensi perdagangan dengan harga Rp41 per saham, setara dengan nilai kapitalisasi pasar Rp318 miliar.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik