Kinerja Dunia Usaha Makin Moncer, Ini Sektor Pendorongnya

Kinerja Dunia Usaha Makin Moncer, Ini Sektor Pendorongnya

Ekonomi | okezone | Jum'at, 17 Juli 2026 - 11:16
share

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja kegiatan dunia usaha meningkat pada kuartal II 2026. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 12,97 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan SBT kuartal sebelumnya yang sebesar 10,11 persen.

Direktur Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa meningkatnya kegiatan usaha tersebut didorong oleh kenaikan kinerja mayoritas Lapangan Usaha (LU) utama, antara lain LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, LU Konstruksi, serta LU Pertambangan dan Penggalian sejalan dengan aktivitas usahanya, serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum.

Hal tersebut sejalan dengan permintaan yang tetap terjaga selama rangkaian periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan high season liburan sekolah pada kuartal II 2026.

“Kapasitas produksi terpakai pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 73,80 persen, meningkat dibandingkan dengan realisasi pada triwulan I 2026 sebesar 73,33 persen," ujar Denny, Jumat (17/7/2026).

Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, LU Pertambangan dan Penggalian, serta LU Pengadaan Listrik.

Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha secara umum tetap baik, baik dari aspek likuiditas maupun rentabilitas, dengan akses kredit yang tetap mudah.

Responden memperkirakan kegiatan usaha pada kuartal III 2026 tetap tumbuh positif dengan SBT sebesar 11,75 persen.

Kinerja lapangan usaha yang diperkirakan meningkat terutama pada LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, serta Reparasi Mobil dan Motor, sejalan dengan prakiraan terjaganya permintaan masyarakat. Selain itu, LU Konstruksi juga diperkirakan meningkat seiring dengan berlanjutnya pengerjaan sejumlah proyek pemerintah dan swasta.

“Selain itu, kinerja kegiatan usaha pada LU Pertambangan dan Penggalian juga diprakirakan meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan curah hujan sehingga mendorong kenaikan aktivitas pertambangan,” pungkas Denny.

Topik Menarik