RLCO Bakal Serap Dana IPO Sesuai Roadmap Bisnis

RLCO Bakal Serap Dana IPO Sesuai Roadmap Bisnis

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 14 Juli 2026 - 14:08
share

IDXChannel - PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) menyerap dana hasil penawaran umum (IPO) sebesar Rp57,74 miliar hingga akhir Juni 2026. Jumlah tersebut setara 57,6 persen dari total dana bersih IPO yang sebesar Rp100,23 miliar.

Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk, Edwin Pranata mengatakan, pemanfaatan dana tersebut sesuai dengan rencana yang tertuang dalam propektus IPO. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pembelian bahan baku lewat anak perusahaan, PT Realfood Winta Asia.

Edwin menegaskan, pengelolaan dana hasil IPO yang konsisten merupakan bagian dari komitmen RLCO dalam mengoptimalkan modal yang dipercayakan investor. Dia mengatakan, perseroan berkomitmen mengelola dana hasil IPO secara disiplin, efektif, dan bertanggung jawab. 

"Setiap realisasi penggunaan dana dilakukan berdasarkan roadmap bisnis yang telah ditetapkan hingga tahun 2027 sehingga dapat mendukung kebutuhan operasional Perseroan sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham," ujar Edwin dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2026).

Hingga akhir Juni 2026, perseroan masih memiliki sisa dana hasil IPO sebesar Rp42,49 miliar dari total dana bersih yang diperoleh. Dana tersebut ditempatkan pada rekening giro Perseroan guna menjaga likuiditas dan akan direalisasikan secara bertahap sesuai target waktu penggunaan dana hingga tahun 2027.

Sementara itu, Direktur PT Abadi Lestari Indonesia Tbk, Dwiadi Prastian Hadi menambahkan, realisasi penggunaan dana IPO hingga semester pertama tahun 2026 berjalan sesuai rencana dan tidak mengalami perubahan dari alokasi yang telah disampaikan kepada publik.

"Realisasi penggunaan dana hasil IPO hingga periode pelaporan masih berada dalam jalur yang telah direncanakan. Sisa dana tetap ditempatkan pada rekening giro Perseroan untuk menjaga fleksibilitas dan likuiditas sehingga siap digunakan sesuai tahapan implementasi. Hingga saat ini tidak terdapat perubahan maupun deviasi terhadap rencana penggunaan dana sebagaimana tercantum dalam prospektus," tuturnya.

Perseroan secara berkala menyampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pasar modal sekaligus implementasi prinsip keterbukaan informasi dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).

Sejalan dengan roadmap bisnis hingga tahun 2027, emiten burung walet itu akan terus mengoptimalkan penggunaan dana hasil IPO untuk memperkuat operasional, menjaga ketersediaan bahan baku, serta mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik