Wall Street Kompak Anjlok Seiring Tertekannya Saham-Saham Perusahaan Chip
IDXChannel - Wall Street kompak dibuka di zona merah pada perdagangan Jumat (26/6/2026), waktu setempat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq berada di jalur penurunan terdalam mingguan.
Dilansir dari Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 229,49 poin atau 0,44 persen menuju level 51.691,13, indeks S&P 500 kehilangan 60,87 poin atau 0,83 persen menjadi 7.296,62, dan Nasdaq Composite melemah 336,63 poin atau 1,33 persen ke level 25.021,97.
Penurunan indeks S&P 500 dan Nasdaq akibat para produsen chip kembali berada di bawah tekanan jual, setelah rilis kinerja kuartalan, dengan investor mempertanyakan valuasi yang tinggi dan dampak dari pengeluaran besar-besaran perusahaan untuk AI.
Saham Micron Technology merosot 6,2 persen setelah melonjak lebih dari 15 persen pada sesi sebelumnya. Saham-saham perusahaan chip lainnya, termasuk Advanced Micro Devices dan Nvidia juga terpuruk, dengan indeks Philadelphia SE Semiconductor anjlok 4,7 persen.
Para produsen chip yang sedang naik daun mengalami masa sulit sepekan ini meskipun mencatatkan pendapatan yang kuat daripada Micron, perusahaan favorit pasar. Sementara itu, langkah Apple untuk menaikkan harga iPad dan MacBook karena melonjaknya biaya chip memori dan penyimpanan memicu kekhawatiran inflasi.
Saham Apple turun tipis 0,1 persen pada perdagangan awal setelah anjlok 6,1 persen pada Kamis, penurunan satu hari terbesar mereka dalam lebih dari setahun, menyusul kenaikan harga tersebut.
"Penjualan saham teknologi mencerminkan suku bunga yang lebih tinggi di masa mendatang," kata Kepala Ekonom Pasar Spartan Capital Securities di New York, Peter Cardillo.
"Pasar tidak menyukai kenaikan harga Apple karena itu bisa berarti harga konsumen yang lebih tinggi di masa mendatang," kata dia.
Inflasi AS naik di atas 4 persen pada Mei untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Hal ini didorong oleh harga energi yang lebih tinggi terkait dengan konflik Timur Tengah, menjaga kemungkinan kenaikan suku bunga Fed tetap ada.
Meskipun harga minyak telah turun tajam seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah, langkah mengejutkan Apple untuk menaikkan harga memicu kekhawatiran baru.
Harga Minyak Mentah Melonjak 4 Persen, Seiring AS Serang Iran yang Hambat Pembukaan Selat Hormuz
Indeks S&P 500 mencatatkan 12 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan empat rekor terendah baru, sementara Nasdaq mencatat 72 rekor tertinggi baru dan 91 rekor terendah baru.
(Dhera Arizona)










