Saham TPIA Melawan Arus, Technical Rebound saat IHSG Merah Lagi

Saham TPIA Melawan Arus, Technical Rebound saat IHSG Merah Lagi

Ekonomi | idxchannel | Senin, 8 Juni 2026 - 10:30
share

IDXChannel – Saham Grup Barito PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bergerak berlawanan arah dengan pasar pada perdagangan Senin (8/6/2026).

Di tengah tekanan jual yang masih membayangi pasar saham Indonesia, TPIA justru mencatatkan technical rebound setelah mengalami koreksi tajam dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data perdagangan hingga sekitar pukul 10.06 WIB, saham TPIA melonjak 13,41 persen ke level Rp1.480 per unit.

Penguatan tersebut terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona merah.

IHSG sempat merosot lebih dari 4 persen pada awal perdagangan Senin, melanjutkan penurunan menjadi empat hari beruntun.

Namun, pada pukul 10.06 WIB, penurunan indeks terpangkas menjadi 2,94 persen ke level 5.430, yang merupakan posisi terendah sejak akhir 2020.

Menurut MNC Sekuritas, koreksi IHSG pagi ini sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa saham global dan regional Asia. Tekanan pasar dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang jauh lebih kuat dari ekspektasi.

Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau higher for longer, sehingga mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko.

Dari dalam negeri, sentimen negatif juga datang dari pelemahan rupiah yang terus berlanjut hingga menyentuh level terendah baru di Rp18.165 per USD.

Secara teknikal, kenaikan hari ini dinilai sebagai technical rebound dari area demand di kisaran Rp1.300-Rp1.200. Meski demikian, tren jangka menengah saham TPIA masih berada dalam fase bearish.

Analis teknikal mencermati area Rp1.700-Rp1.800 sebagai resistance terdekat yang berpotensi menjadi penghalang kenaikan berikutnya. Jika mampu ditembus, ruang penguatan dapat terbuka menuju kisaran Rp2.000-Rp2.200.

Sementara itu, area Rp1.300-Rp1.200 menjadi support penting yang perlu dipertahankan. Jika kembali ditembus ke bawah, saham TPIA berisiko menguji area psikologis Rp1.000 yang merupakan salah satu level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Kenaikan juga terjadi setelah pasar mencerna aksi divestasi besar-besaran yang dilakukan pemegang saham utama asal Thailand, SCG Chemicals Public Company Limited.

Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 5 Juni 2026, SCG Chemicals melepas total 11,83 miliar saham TPIA hanya dalam dua hari. Transaksi tersebut membuat kepemilikan perusahaan menyusut dari 29,38 persen menjadi 15,71 persen.

Sebelum transaksi, SCG Chemicals memiliki 25,42 miliar saham TPIA. Setelah penjualan, kepemilikannya tersisa sekitar 13,59 miliar saham.

Penjualan dilakukan dalam tiga tahap. Pada 4 Juni 2026, SCG Chemicals menjual 1,35 miliar saham pada harga Rp1.396 per saham. Kemudian pada 5 Juni 2026, perusahaan melepas 9,14 miliar saham di harga Rp962 per saham dan 1,34 miliar saham lainnya pada harga Rp1.379 per saham. Seluruh transaksi dilakukan secara langsung untuk tujuan divestasi.

Meski kepemilikannya berkurang signifikan, SCG Chemicals masih tercatat sebagai salah satu pemegang saham utama TPIA dengan porsi sekitar 15,71 persen.

Aksi divestasi tersebut merupakan bagian dari strategi yang sebelumnya diumumkan oleh induk usaha SCG Chemicals, yakni The Siam Cement Public Company Limited (SCC).

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Thailand pada 5 Juni 2026, SCC menyatakan SCG Chemicals telah menjual sekitar 13,67 persen saham TPIA melalui pasar reguler dan pasar negosiasi BEI pada awal Juni.

Dari transaksi tersebut, SCG Chemicals memperoleh dana sekitar 24,9 miliar baht Thailand atau setara sekitar Rp13,7 triliun.

Menurut SCC, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menurunkan tingkat utang (deleveraging) sekaligus mengalokasikan kembali modal ke bisnis inti dan proyek-proyek strategis, termasuk pengembangan penggunaan bahan baku etana di kompleks petrokimia Long Son di Vietnam.

SCC juga menegaskan pelepasan saham TPIA tidak akan memengaruhi laporan laba rugi perusahaan, meski dampaknya tetap akan tercermin dalam laporan posisi keuangan sesuai standar akuntansi yang berlaku. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Topik Menarik