Harga Emas Dibayangi Data AS, Pelaku Pasar Terbelah soal Arah Pekan Ini

Harga Emas Dibayangi Data AS, Pelaku Pasar Terbelah soal Arah Pekan Ini

Ekonomi | idxchannel | Senin, 8 Juni 2026 - 07:22
share

IDXChannel - Harga emas dunia diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan pekan ini setelah mencatat pelemahan mingguan sebelumnya.

Pelaku pasar kini menantikan serangkaian data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026) pekan lalu, emas spot anjlok 3,29 persen ke level USD4.327,88 per troy ons.

Dalam sepekan, harga emas terkoreksi sekitar 4,68 persen setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memicu kenaikan imbal hasil obligasi dan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Managing Director Bannockburn Global Forex Marc Chandler menilai, seperti dikutip Kitco, prospek jangka pendek emas masih tertekan.

Menurut dia, pertumbuhan lapangan kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan dan kenaikan yield obligasi mendorong harga emas kembali berada di bawah level rata-rata pergerakan 200 hari (MA-200) yang selama ini menjadi area teknikal penting.

Survei mingguan Kitco News menunjukkan sentimen pelaku pasar profesional berubah drastis menjadi lebih pesimistis. Dari 15 analis yang berpartisipasi, sebanyak 11 orang atau 74 persen memperkirakan harga emas masih melemah pada pekan ini.

Hanya dua analis atau 13 persen yang memperkirakan harga naik, sementara dua lainnya memproyeksikan pergerakan konsolidatif.

Presiden Adrian Day Asset Management Adrian Day memperkirakan emas masih bergerak dalam rentang terbatas hingga ketegangan geopolitik di Timur Tengah mereda.

Di sisi lain, Presiden dan COO Asset Strategies International Rich Checkan tetap optimistis dan menilai aksi jual emas belakangan ini sudah berlebihan.

Pandangan investor ritel tercatat mulai seimbang. Dalam jajak pendapat daring Kitco yang diikuti 49 responden, sebanyak 47 persen masih memperkirakan harga emas naik pekan ini, namun 37 persen memperkirakan pelemahan lanjutan dan sisanya melihat pergerakan mendatar.

Fokus pasar kini beralih ke sejumlah data inflasi penting AS yang akan dirilis sepanjang pekan.

Pada Rabu, investor akan mencermati data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang menjadi salah satu acuan utama The Fed dalam menentukan arah suku bunga.

Sehari setelahnya, pasar akan menunggu data Indeks Harga Produsen (PPI) dan klaim pengangguran mingguan.

Selain itu, keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Kanada dan Bank Sentral Eropa (ECB) juga akan menjadi perhatian investor global karena dapat memengaruhi pergerakan dolar AS dan pasar obligasi. (Aldo Fernando)

Topik Menarik