Mendag Pacu Perdagangan RI Lewat Tiga Strategi, Optimistis Ekspor Nonmigas Terus Tumbuh
IDXChannel - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat sektor perdagangan nasional meskipun berada di tengah dinamika tantangan global.
Berdasarkan catatan positif pada kinerja ekspor nonmigas periode Januari–Maret 2026, ia menegaskan adanya peluang pertumbuhan ekonomi yang selalu terbuka lebar.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun berkomitmen secara konsisten untuk mendorong kemajuan perdagangan domestik melalui berbagai program prioritas yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi di tingkat daerah.
“Indonesia tetap berpeluang untuk terus meningkatkan perdagangan di tengah kondisi perdagangan global yang menantang. Kalau kita lihat, pertumbuhan ekspor nonmigas kita pada Januari—Maret 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu tumbuh 0,98 persen. Jadi, sebetulnya kita masih (bisa) tetap tumbuh positif,” ujar Budi dalam keterangan resmi dikutip, Kamis (28/5/2026).
Dalam mengakselerasi performa perdagangan nasional, Budi menjelaskan pemerintah mengandalkan tiga program utama, yakni Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, serta inisiatif Dari Lokal untuk Global.
Melalui Program Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Kemendag berupaya memastikan produk lokal mampu mendominasi pasar domestik dengan cara meningkatkan daya saing guna menekan ketergantungan pada barang impor.
Selain itu, pemerintah mengoptimalkan instrumen trade remedies seperti anti-dumping dan safeguard sebagai langkah perlindungan bagi industri dalam negeri.
“Kami ingin pasar kita yang besar diisi produk lokal. Kuncinya, produk harus berdaya saing. Kalau kita sudah memiliki produk dalam negeri yang bagus, kita tidak perlu impor,” kata Budi.
Adapun pada pilar Perluasan Pasar Ekspor, Kemendag aktif membuka akses produk Indonesia ke kancah dunia melalui berbagai kesepakatan internasional. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 20 perjanjian dagang telah diimplementasikan, 15 perjanjian dalam tahap ratifikasi, dan 11 perjanjian lainnya masih dalam proses negosiasi.
Budi juga menyoroti upaya strategis dalam mempertahankan stabilitas ekspor ke Amerika Serikat melalui skema Agreement Reciprocal Tariff (ART).
4 Pemain Persija Jakarta Dipanggil Timnas Indonesia, Mauricio Souza Senang Ada Eksel Runtukahu
Sementara itu, program Dari Lokal Untuk Global dirancang untuk mendorong pelaku usaha lokal, termasuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengusaha desa, agar mampu menembus pasar internasional sebagai eksportir.
Program ini dibagi menjadi empat klaster strategis, di mana klaster pertama adalah UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor yang memberikan fasilitasi kepada pelaku usaha melalui dukungan 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara.
“Kami ingin agar ekspor tidak hanya dari perusahaan besar, tetapi juga perusahaan kecil. Kami tugaskan perwakilan perdagangan RI untuk membantu pelaku usaha kita. Silakan menghubungi para perwakilan perdagangan untuk mendapat pendampingan ke pasar ekspor yang dituju,” papar Budi.
Sepanjang 2025, inisiatif UMKM BISA Ekspor telah sukses memfasilitasi kegiatan business matching bagi 1.217 pelaku usaha dengan total transaksi mencapai USD134,87 juta. Tren positif ini berlanjut pada periode Januari—April 2026 dengan nilai transaksi sebesar USD107,34 juta, di mana 70 persen pelakunya merupakan eksportir baru yang belum pernah melakukan ekspor sebelumnya.
(Febrina Ratna Iskana)










