Peternak Dapat Angin Segar, Harga Ayam Hidup Dipatok Minimal Rp19.500 Per Kilogram

Peternak Dapat Angin Segar, Harga Ayam Hidup Dipatok Minimal Rp19.500 Per Kilogram

Terkini | idxchannel | Kamis, 21 Mei 2026 - 13:40
share

IDXChannel – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pelaku industri perunggasan menyepakati harga penjualan ayam hidup (live bird) di tingkat peternak minimal Rp19.500 per kilogram untuk bobot hidup 1,8 kilogram ke atas.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan kebijakan tersebut diambil sebagai langkah stabilisasi industri perunggasan nasional, baik sektor ayam pedaging maupun petelur.

"Kami kembali melakukan pertemuan dengan kementerian/lembaga terkait, seluruh asosiasi, perusahaan peternakan ayam broiler, dan koperasi untuk bersama-sama mengambil komitmen harga penjualan ayam hidup di tingkat peternak yaitu di angka minimal Rp19.500 untuk bobot 1,8 kg ke atas," ujar Agung dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).

Menurut Agung, kesepakatan harga tersebut mempertimbangkan berbagai kondisi di lapangan, termasuk kenaikan harga pakan dan biaya logistik yang memengaruhi operasional peternak.

Pemerintah juga menegaskan akan mengawal implementasi kebijakan tersebut serta mengambil tindakan apabila ditemukan pelanggaran di lapangan.

"Kalau menemukan para pelaku yang melakukan pelanggaran, kami akan tindak sesuai kewenangan yang kami miliki di Kementerian Pertanian karena tujuannya untuk kepentingan bersama," kata dia.

Sementara itu, Ketua IV Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Asrokh Nawawi, menjelaskan penurunan harga ayam yang terjadi belakangan dipicu kepanikan pasar menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Kondisi tersebut membuat peternak melakukan panen lebih awal secara bersamaan sehingga menekan harga secara signifikan.

Menurut dia, harga Rp19.500 per kilogram dinilai realistis dan menjadi tahap awal menuju harga acuan yang lebih ideal.

"Harga Rp19.500 adalah angka yang realistis dan secara bertahap akan bergerak naik menuju harga acuan. Ini langkah awal yang perlu kita perjuangkan bersama," ujar Asrokh.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR), Muhlis Wahyudi, memastikan asosiasi siap mengawal implementasi harga yang telah disepakati tersebut.

"Kami akan menginstruksikan anggota kami di seluruh wilayah Jawa untuk segera mengawal dan menyukseskan. Besok harus jalan untuk ukuran 1,8 kilogram ke atas," katanya.

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (PERMINDO), Kusnan, menyambut hasil kesepakatan ini sebagai kabar baik bagi peternak rakyat. Meski demikian, ia mengakui harga Rp19.500 per kilogram masih belum mencapai Harga Pokok Produksi (HPP) peternak.

Menurut Kusnan, harga dasar tersebut tetap lebih baik dibanding kondisi sebelumnya. Sebab, harga ayam hidup sempat berada di level Rp18.000 per kilogram, bahkan di beberapa daerah tercatat lebih rendah.

"Ini harga dasar awal. Kemarin harga masih di Rp18.000 bahkan ada yang di bawah Rp18.000. Semoga harga terus membaik hingga puncaknya menjelang Idul Adha, dan harapan kami harga acuan Rp25.000 bisa tercapai," ujarnya.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik