Yogyakarta Jadi Destinasi Favorit Penumpang Kereta di Libur Panjang Pekan Ini
IDXChannel - Yogyakarta menjadi destinasi favorit pelanggan kereta api selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat relasi menuju dan dari Yogyakarta mendominasi daftar perjalanan dengan volume penumpang tertinggi selama periode long weekend 13–17 Mei 2026.
Relasi Yogyakarta-Gambir tercatat menjadi yang paling ramai dengan 11.410 pelanggan, disusul Gambir-Yogyakarta sebanyak 10.583 pelanggan. Selain itu, rute Lempuyangan-Pasarsenen juga masuk daftar teratas dengan 9.379 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan tingginya mobilitas masyarakat selama long weekend menunjukkan kota-kota wisata masih menjadi tujuan utama perjalanan masyarakat, khususnya Yogyakarta.
“Pola perjalanan selama long weekend memperlihatkan tingginya mobilitas masyarakat menuju kota-kota wisata dan daerah dengan aktivitas sosial yang tinggi. Kereta api menjadi pilihan masyarakat karena menawarkan perjalanan yang lebih efisien, nyaman, dan terhubung langsung dengan berbagai kota tujuan,” ujar Anne Purba, Jumat (15/5/2026).
KAI menyebut perjalanan dari dan menuju Yogyakarta banyak dipilih pelanggan untuk menikmati kawasan Malioboro, Keraton Yogyakarta, hingga berbagai destinasi alam di sekitarnya. Selain Yogyakarta, relasi menuju Bandung, Semarang, dan Surabaya juga menjadi favorit pelanggan selama masa libur panjang.
Secara keseluruhan, pada dua hari pertama long weekend, jumlah pelanggan kereta api melampaui 196 ribu orang per hari. Pada Rabu (13/5/2026), KAI melayani 196.370 pelanggan, kemudian meningkat menjadi 197.333 pelanggan pada Kamis (14/5/2026). Total selama dua hari pertama keberangkatan, KAI telah melayani 393.703 pelanggan KA Jarak Jauh maupun KA Lokal.
Sementara itu hingga Jumat (15/5/2026) pukul 10.00 WIB, penjualan tiket untuk periode keberangkatan 13–17 Mei 2026 telah mencapai 778.318 tiket dan masih terus meningkat.
Anne menambahkan peningkatan mobilitas pelanggan selama libur panjang juga ikut menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah, mulai dari UMKM, transportasi lanjutan, penginapan, hingga pusat kuliner dan perdagangan lokal.
(Febrina Ratna Iskana)










