Pasar Domestik Tertekan, SIG (SMGR) Andalkan Ekspor Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
IDXChannel - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), atau SIG, mengakui bahwa kondisi pasar domestik masih cukup tertekan dengan kondisi kelebihan kapasitas (overcapacity) yang masih membayangi dalam beberapa tahun terakhir.
Guna mengatasinya, produsen semen berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mencoba mengubah strategi dengan mulai menggeser fokus bisnisnya ke pasar ekspor.
Misalnya saja dengan mulai menjajaki pasar Afrika lewat ekspor perdana 45.000 metrik ton (MT) klinker ke Mauritania pada Maret 2026 lalu, serta aktivitas terbaru berupa ekspor 11.275 metrik ton (MT) semen ke Reunion Island, Prancis, yang merupakan pengiriman tahap pertama dari total kesepakatan transaksi sebesar 31.500 MT untuk tujuan tersebut.
"Dalam kondisi pasar yang masih dibayangi overcapacity, kami berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan kinerja sekaligus menyiapkan mesin pertumbuhan baru melalui penguatan pasar ekspor," ujar Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, Jumat (8/5/2026).
Pada triwulan I-2026 lalu, SIG berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp8,29 triliun, tumbuh 8,3 persen dibanding perolehan pendapatan Perseroan pada periode sama di 2025 lalu.
Sementara pada saat yang sama, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat signifikan sebesar 88,7 persen menjadi Rp80 miliar. Volume penjualan juga naik 1,7 persen (YoY) menjadi 8,71 juta ton.
"Capaian ini menunjukkan strategi transformasi yang kami jalankan berhasil menjaga resiliensi bisnis sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang," ujar Vita.
Menurut Vita, SIG tidak hanya fokus menjaga kinerja jangka pendek, namun juga sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan.
Transformasi bisnis yang dijalankan secara disiplin berhasil meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tantangan industri.
Vita menjelaskan, salah satu fokus utama SIG saat ini adalah memperkuat penetrasi pasar ekspor sebagai langkah strategis untuk meningkatkan utilisasi pabrik, dan memperluas peluang pasar produk derivatif bernilai tambah.
Melalui anak usaha, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), atau SBI, bersama Taiheiyo Cement Corporation, SIG juga baru saja menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor di Tuban, yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026 mendatang.
"Fasilitas ini akan menjadi basis penguatan ekspor kami, sekaligus membuka peluang peningkatan margin usaha di tengah kompetisi pasar domestik yang semakin ketat," ujar Vita.
Vita juga menyatakan bahwa rampungnya fasilitas ekspor di Tuban menjadi tonggak penting bagi SIG untuk memperkuat posisi di pasar internasional, dengan kinerja ekspor bakal menjadi instrumen strategis Perseroan dalam mengoptimalkan utilisasi sekaligus mendukung pertumbuhan profitabilitas.
Sedangkan dari sisi operasional, SIG juga terus memperkuat efektivitas transformasi melalui pengelolaan pasar mikro, optimalisasi portofolio produk, serta efisiensi biaya.
Strategi tersebut membantu Perseroan menjaga kinerja di tengah kenaikan harga energi dan permintaan pasar domestik yang baru menunjukkan geliat pada awal tahun ini.
Selain mencatat pertumbuhan penjualan domestik sebesar 5,4 persen (YoY), SIG juga berhasil menurunkan biaya keuangan bersih sebesar 35,4 persen (YoY) melalui pengelolaan keuangan yang lebih optimal.
"Capaian kinerja ini menjadi bukti kemampuan SIG dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi pertumbuhan dan penguatan fundamental keuangan, sekaligus mempertegas arah transformasi sebagai penyedia solusi bahan bangunan yang semakin kompetitif di tingkat regional," ujar Vita.
(taufan sukma)










