Ada Kasus Positif di Indonesia, Ahli Epidemiologi UI Sebut Virus Hanta Bukan Hal Baru

Ada Kasus Positif di Indonesia, Ahli Epidemiologi UI Sebut Virus Hanta Bukan Hal Baru

Berita Utama | idxchannel | Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:30
share

IDXChannel—Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan bahwa virus Hanta bukanlah hal baru di Indonesia. Kasus virus tersebut sudah lama ada, bahkan selalu ada kasus positif dari tahun ke tahun. 

“Kalau kita amati dari tahun ke tahun, selalu ada. Jadi kasus itu, kasus virus Hanta itu ada di Indonesia lama, itu kan bukan virus baru,” ungkap Pandu saat dihubungi iNews Media Group, Jumat (8/5/2026).

Penularan virus Hanta berasal dari tikus (rodent), hewan yang hidup di tengah masyarakat. Penularan virus dari tikus bisa melalui berbagai media, baik itu kotoran atau air kencing tikus yang mengkontaminasi lingkungan manusia. 

“Pada umumnya itu masih ditularkan dari tikus. Itu media kencingnya atau kotorannya mengontaminasi barang-barang di tempat kita hidup atau makanan, lalu kita megang, atau kita hirup debunya,” sambungnya.

Kondisi tersebut bisa saja membuat penularan virus Hanta dari hewan ke manusia terjadi. Apalagi, jika menimpa kelompok rentan seperti orang dengan imunitas yang tidak sehat, memiliki penyakit jantung, diabetes atau kelompok lansia.

“Kalau ada orang yang memang kondisinya enggak sehat, punya penyakit jantung, punya penyakit diabetes atau lansia, itu akan rentan sekali terkena penyakit flu apa pun, termasuk flu hanta ini,” jelas Pandu.

Meski demikian, gejala-gejala yang terjadi pada tubuh saat terkena virus tersebut bisa sembuh dengan cara pengobatan normal sesuai keluhan sakit yang ada. 

“Kalau orang itu enggak cukup bagus imunitasnya, kemungkinan dia akan mengalami gejala seperti flu, gitu. Tapi pada umumnya sih enggak berat, jadi bisa sembuh sendiri,” tambah dia.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengonfirmasi keberadaan kasus virus Hanta di Indonesia. Kasus tersebut mencuat tak lama setelah berita tentang tiga orang di kapal pesiar MV Hondius di Tanjung Verde tertular.

Sehingga, masyarakat mengkhawatirkan adanya kabar virus Hanta di Indonesia. Tak sedikit yang mengira virus tersebut baru saja masuk ke Indonesia, seperti persebaran virus COVID-19 dulu. Padahal keberadaannya sudah ada sejak lama. 

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengatakan saat ini sudah ada dua suspek atau seseorang yang mengalami gejala-gejala yang diduga tertular virus Hanta. 

Dua suspek tersebut di antaranya berada di Jakarta dan Yogyakarta. “Benar ada dua suspek,” kata Aji saat dikonfirmasi oleh iNews Media Group melalui aplikasi percakapan, Jumat (8/5/2026).

Belum diketahui secara pasti juga terkait kapan dua suspek itu muncul dan sembuh secara detail, termasuk gejala-gejala dari suspek tersebut. Namun, Aji mengungkapkan bahwa saat ini keduanya sudah dinyatakan negatif dan sembuh.

“Hari ini saya dapat info keduanya sudah negatif dan sembuh,” jelasnya.

Penularan di Tempat Terbuka Tidak Terlalu Berisiko

Pandu Riono juga mengungkapkan bahwa penyebaran virus Hanta tidak terlalu berisiko jika terjadi di tempat atau lokasi terbuka. Karena tingkat penularan yang minim serta kemungkinan sembuh dari gejala-gejala. 

Berbeda dengan kondisi kasus virus Hanta yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius di Tanjung Verde baru-baru ini.

“Nah, kejadian di kapal itu kan area yang sangat tertutup. Kalau di kehidupan kita kan terbuka, lebih tidak berisiko. Kalau di kapal seperti itu selama berhari-hari, bisa banyak yang kena dalam satu kapal itu. Sehingga, kejadiannya seperti outbreak (wabah atau kejadian luar biasa),” jelas dia.

Kondisi kapal yang tertutup membuat penyebaran virus kemungkinan terjadi. Dalam kasus MV Hondius, virus Hanta berasal dari tikus yang juga kerap ada di kapal. Menurutnya, banyak media penularan virus Hanta yang memungkinkan penularan kepada manusia. 


(Nadya Kurnia)

Topik Menarik