Wall Street Dibuka Cetak Rekor Baru, Disokong Nvidia hingga Apple

Wall Street Dibuka Cetak Rekor Baru, Disokong Nvidia hingga Apple

Ekonomi | idxchannel | Jum'at, 8 Mei 2026 - 21:54
share

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (8/5/2026) waktu setempat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi baru, dipicu kenaikan saham teknologi seperti Nvidia dan Apple serta data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan pasar.

Saham Nvidia dan Apple masing-masing naik lebih dari 2 persen. Sementara itu, indeks semikonduktor juga kembali menguat setelah sempat tertekan pada perdagangan sebelumnya, didorong optimisme terhadap permintaan infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Data ekonomi menunjukkan jumlah tenaga kerja di AS bertambah lebih tinggi dari ekspektasi pada April 2026, sedangkan tingkat pengangguran tetap di level 4,3 persen. Kondisi ini memperlihatkan pasar tenaga kerja masih solid dan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS atau The Fed belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

“Ini mengonfirmasi bahwa pasar tenaga kerja AS masih kuat dan memberikan kepercayaan diri kepada konsumen untuk tetap menjaga pola belanja mereka,” ujar Kepala Strategi Investasi CFRA Research, Sam Stovall dikutip dari Reuters.

Pelaku pasar kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50-3,75 persen sampai akhir tahun. Pada perdagangan pagi di New York, indeks Dow Jones naik 106,64 poin atau 0,22 persen menjadi 49.703,61. Sementara itu, S&P 500 menguat 0,46 persen ke level 7.371,21 dan Nasdaq melonjak 0,76 persen menjadi 26.001,69.

S&P 500 dan Nasdaq juga berada di jalur penguatan selama enam pekan berturut-turut, menjadi reli mingguan terpanjang sejak Oktober 2024. Optimisme investor tetap terjaga meski ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat di kawasan Teluk.

Harga minyak sempat menyentuh USD100 per barel sebelum kembali melemah tipis. Pasar masih mencermati perkembangan konflik Timur Tengah dan potensi pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dan gas alam cair dunia.

Musim laporan keuangan emiten juga turut menopang penguatan Wall Street. Berdasarkan data LSEG, sekitar 83 persen dari 440 perusahaan anggota S&P 500 yang telah merilis laporan kuartal I-2026 mencatatkan laba di atas ekspektasi analis. Angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata jangka panjang sekitar 67 persen.

Namun, sejumlah saham masih mengalami tekanan. Saham Cloudflare anjlok 18,6 persen setelah perusahaan memangkas sekitar 20 persen tenaga kerja dan memproyeksikan pendapatan kuartal II di bawah estimasi pasar. Trade Desk turun 5,3 persen, sedangkan CoreWeave melemah 9 persen akibat kenaikan proyeksi belanja modal tahunan. Expedia juga turun 8,7 persen setelah menyebut konflik Timur Tengah membebani permintaan perjalanan.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik