Tingkatkan Daya Saing, Kemenperin Fasilitasi Sertifikasi ISO untuk Pengusaha IKM Drone
IDXChannel—Kementerian Perindustrian memfasilitasi sertifikasi standar internasional untuk industri kecil dan menengah (IKM) drone untuk meningkatkan daya saing, sekaligus memperkuat ekosistem industri pesawat nirawak.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, IKM drone berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan inovasi teknologi berbasis kebutuhan lokal.
“Kemenperin akan terus memperkuat ekosistem pembinaan IKM drone melalui pendekatan yang holistik. Mulai dari perluasan akses pasar, penguatan kapasitas teknologi, hingga perlindungan dan fasilitas afirmatif,” kata Agus dalam keterangan resminya, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, pemerintah berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan industri drone nasional. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni melalui fasilitasi sertifikasi produk dan operasional bagi pelaku IKM drone.
“Industri drone merupakan sektor masa depan. Kemenperin hadir untuk memastikan pelaku IKM drone dapat tumbuh dan berdaya saing tinggi di pasar internasional,” ujarnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), terdapat 15 unit usaha skala kecil dan dua unit usaha skala menengah di sektor drone yang mampu menyerap 218 tenaga kerja.
Secara keseluruhan, ekosistem industri drone nasional mencakup 29 unit usaha dengan total 853 tenaga kerja dan nilai investasi mencapai Rp7,17 miliar.
“Peran IKM dalam rantai nilai industri drone tidak sekadar pelengkap, melainkan sebagai inkubator inovasi teknologi berbasis kebutuhan lokal,” imbuh Menperin.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, mengungkapkan pembinaan IKM drone diperkuat melalui program fasilitasi sertifikasi ISO 9001:2015 yang berlangsung hingga Oktober 2026.
“Kami telah melakukan seleksi terhadap IKM drone yang akan difasilitasi, mulai dari pembekalan materi, pendampingan penyusunan dokumen, audit internal, hingga pendampingan audit eksternal sampai memperoleh sertifikat ISO,” ujar Reni.
Purbaya: Gaji ke-13 ASN Masih Dikaji
Menurutnya, sertifikasi tersebut penting untuk memastikan standar kualitas produksi IKM drone sesuai tuntutan pasar global sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha dalam menembus pasar ekspor.
Selain itu, Kemenperin juga membuka peluang kerja sama internasional melalui partisipasi IKM drone dalam ajang BRICS - Science and Innovation Incubation Park di Xiamen yang dinilai dapat membuka peluang ekspor ke negara-negara anggota BRICS.
Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Dini Hanggandari, mengatakan pembinaan IKM drone telah dilakukan sejak 2023 melalui berbagai program seperti Startup for Industry (SFI), fasilitasi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), hingga partisipasi dalam pameran nasional dan internasional.
“Upaya ini bertujuan memperkuat posisi IKM drone sebagai bagian dari agenda prioritas nasional dalam pengembangan industri berbasis teknologi tinggi,” katanya.
(Nasywa Salsabila)









