Kronologi Lengkap Outbreak Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Salah Tikus?
CAPE TOWN, iNews.id - Outbreak Hantavirus yang terjadi di kapal pesiar ekspedisi Antartika, MV Hondius, kini menjadi perhatian dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama sejumlah negara masih menyelidiki asal mula penularan virus tersebut.
Kasus ini pertama kali mencuat setelah WHO menerima laporan resmi terkait klaster penyakit pernapasan berat pada 2 Mei 2026. Kapal MV Hondius diketahui membawa sekitar 147 penumpang dan kru dalam pelayaran ekspedisi di kawasan Amerika Selatan dan Antarktika.
Perhatian global meningkat setelah otoritas Swiss mengonfirmasi satu penumpang positif Hantavirus usai turun dari kapal. Penumpang tersebut dilaporkan menjalani perawatan di rumah sakit di Zurich setelah menerima pemberitahuan kesehatan dari operator kapal.
WHO menyatakan, pihaknya kini bekerja sama dengan berbagai negara untuk melakukan pelacakan kontak internasional terhadap seluruh penumpang dan kru yang sempat berada di kapal tersebut.
Hingga saat ini, sumber awal penularan masih belum dapat dipastikan. Investigasi masih berlangsung untuk mengetahui apakah paparan terjadi di dalam kapal, saat wisata darat, atau bahkan sebelum penumpang naik ke kapal.
Sejumlah laporan internasional menyebut dugaan sementara mengarah pada Andes Hantavirus, strain langka yang ditemukan di Amerika Selatan. Berbeda dengan sebagian besar jenis Hantavirus lain, strain Andes diketahui memiliki kemungkinan penularan antarmanusia dalam kondisi tertentu.
Meski demikian, WHO menegaskan belum ada kesimpulan final mengenai pola penyebaran outbreak tersebut.
Hantavirus sendiri merupakan virus yang umumnya ditularkan melalui paparan urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat, terutama tikus. Seseorang juga dapat terinfeksi ketika menghirup partikel udara yang telah terkontaminasi virus.
Gejala awal infeksi biasanya menyerupai flu, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan kelelahan. Dalam kondisi berat, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius yang dikenal sebagai Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).
WHO meminta negara-negara terkait tetap meningkatkan kewaspadaan sambil menunggu hasil investigasi lengkap mengenai outbreak di MV Hondius tersebut.










