Mengintip Potensi Saham Telekomunikasi, Mana yang Menarik?

Mengintip Potensi Saham Telekomunikasi, Mana yang Menarik?

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 30 April 2026 - 07:14
share

IDXChannel – Kinerja sektor telekomunikasi diperkirakan tetap stabil memasuki kuartal II-2026, meski operator mulai melakukan penyesuaian strategi paket data seiring meredanya daya beli pelanggan pasca periode hari raya.

Analis Indo Premier Sekuritas, Aurelia Barus dan Belva Monica, dalam risetnya pada 27 April 2026 menilai tren industri masih solid, namun fase “recalibration” atau penyesuaian ulang menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan.

Pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), anak usaha seluler Telkomsel memperkenalkan paket “Seru” dengan masa aktif lebih pendek, yakni 1, 5, dan 7 hari.

Strategi ini mendorong penurunan rata-rata harga paket dan data yield di April 2026, terutama pada segmen belanja di bawah Rp50 ribu.

Meski demikian, Aurelia dan Belva menegaskan, langkah tersebut bukanlah pemangkasan harga.

“Telkomsel tidak melakukan penurunan harga; sebaliknya, perusahaan meningkatkan data yield pada dua paket pada April 2026,” tulis dua analis tersebut.

Mereka menjelaskan, peluncuran paket berdurasi pendek ini ditujukan untuk menyesuaikan pola belanja pelanggan sekaligus menjaga risiko penurunan Average Revenue Per User (ARPU).

Selain itu, strategi ini juga untuk menawarkan paket yang lebih terjangkau dengan masa aktif lebih singkat guna meringankan pengeluaran pelanggan.

Sementara itu, PT Indosat Tbk (ISAT) cenderung mempertahankan strategi yang stabil. IM3 hanya menambah beberapa paket baru di segmen bawah Rp50 ribu dengan dampak terbatas, sementara Tri tidak mencatat perubahan signifikan pada penawaran produk.

Di sisi lain, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) atau XL justru meningkatkan daya tarik paket melalui kenaikan data yield, khususnya di segmen harga rendah. Strategi ini membuat harga rata-rata paket turun, namun nilai yang diterima pelanggan meningkat.

Untuk Smartfren, data yield tercatat turun sekitar 3 persen secara bulanan seiring penghapusan sejumlah paket dengan kuota besar.

Untuk segmen FTTH (fixed broadband), tekanan terlihat pada beberapa pemain.

First Media memangkas variasi paket, sementara Indosat HiFi mencatat penurunan yield signifikan. Sebaliknya, IndiHome mencatat peningkatan harga per Mbps, didorong penyesuaian kecepatan tanpa perubahan tarif.

Secara keseluruhan, Indo Premier tetap mempertahankan rekomendasi overweight pada sektor telekomunikasi, dengan EXCL sebagai pilihan utama.

Meski ARPU diperkirakan melemah secara kuartalan akibat pergeseran musim Lebaran ke kuartal pertama dan efek kelelahan belanja, pertumbuhan secara tahunan dinilai masih akan tetap positif. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Topik Menarik