Vale (INCO) Sudah Habiskan Capex USD139 Juta di Kuartal I-2026
IDXChannel - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melaporkan telah menggunakan belanja modal (capital expenditure/capex) USD139 juta sepanjang kuartal I-2026. Penggunaannya untuk mendukung aktivitas berkelanjutan dan proyek pertumbuhan strategis.
Seperti diketahui, Vale menganggarkan capex 2026 dengan estimasi nilai USD673 juta.
CEO dan Presiden Direktur INCO Bernardus Irmanto mengatakan, Vale tetap berkomitmen pada alokasi modal yang bijaksana dan manajemen likuiditas yang disiplin untuk menjaga ketahanan keuangan sekaligus terus mendukung pertumbuhan jangka panjang.
“Terlepas dari tantangan yang terus berlanjut dan lingkungan operasional yang tidak pasti, kami terus menunjukkan kemampuan kami untuk mempertahankan margin positif dan disiplin keuangan,” katanya dalam keterbukaan informasi BEI, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Per 31 Maret 2026, kas dan setara kas perseroan berada di angka USD220,1 juta, menurun jika dibandingkan dengan USD376,4 juta per 31 Desember 2025.
“Pada saat yang sama, kami memperluas portofolio komersial kami melalui dimulainya penjualan limonit dari blok Pomalaa, yang menandai langkah penting dalam memperkuat diversifikasi pendapatan dan meningkatkan keberlanjutan bisnis kami ke depan,” ujar dia.
Ke depan, kata Bernardus, perseroan mengharapkan kinerja EBITDA, pendapatan, dan laba yang lebih kuat, didorong oleh harga nikel LME yang lebih tinggi, peningkatan leverage operasional, dan perluasan margin seiring dengan peningkatan volume produksi.
Sebelumnya, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan laba bersih senilai USD43,6 juta atau setara Rp757,11 miliar (mengacu kurs Rp17.365 per USD) pada kuartal I-2026. Nilai ini melonjak 85 persen secara kuartalan (qoq).
EBITDA juga tercatat mengalami peningkatan 29 persen secara kuartalan menjadi USD80,1 juta.
Bernardus menyampaikan, kinerja tersebut didukung oleh kenaikan harga dan peningkatan efisiensi yang berkelanjutan. Meskipun pendapatan mencapai USD252,7 juta, fundamental pertumbuhan tetap kokoh.
"Meskipun produksi dan pengiriman nikel matte lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, Perseroan berhasil mencapai kinerja keuangan yang kuat, didukung oleh harga jual yang lebih tinggi, manajemen biaya yang disiplin, dan peningkatan efisiensi operasional," ujar dia.
Pada kuartal I-2026, Vale mencatat produksi nikel matte sebesar 13.620 metrik ton (ton), dibandingkan dengan 17.052 metrik ton pada kuartal IV-2025 dan 17.027 metrik ton pada kuartal I-2025.
Selain produksi nikel matte, 2026 merupakan tahun penting dalam lintasan pertumbuhan Vale. Sebab, perseroan mulai mengoperasikan tiga blok pertambangan, yaitu Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa secara bersamaan.
Bernardus menerangkan, tonggak strategis ini ditunjukkan oleh volume produksi yang dapat ditingkatkan di setiap blok pertambangan, dan penjualan pertama bijih nikel limonit dari area Pomalaa pada awal 2026, yang menandai perluasan signifikan portofolio komersial perseroan dan memperkuat diversifikasi pendapatan di masa mendatang.
(Dhera Arizona)









