Wall Street Melemah Usai The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Nantikan Laporan Big Tech
IDXChannel - Wall Street ditutup melemah pada Rabu (29/4/2026) usai Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga di akhir rapat kebijakan moneter yang kemungkinan menjadi yang terakhir di bawah kepemimpinan Jerome Powell.
Tiga indeks utama saham AS bergerak fluktuatif namun cenderung turun setelah pernyataan kebijakan The Fed menunjukkan keputusan menahan suku bunga di tengah perdebatan internal yang paling terpecah sejak 1992.
Melansir Investing, Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 369,09 poin atau 0,75 persen ke 48.772,84, S&P 500 melemah 21,78 poin atau 0,31 persen ke 7.117,02, dan Nasdaq Composite turun 89,82 poin atau 0,36 persen ke 24.574,33.
Secara terpisah, investor bersiap menghadapi laporan kinerja keuangan dari empat perusahaan besar dalam kelompok “Magnificent Seven” yang terkait dengan kecerdasan buatan, yakni Amazon, Alphabet, Meta Platforms, dan Microsoft.
Indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) naik 1,5 persen dan telah menguat 43,8 persen sepanjang tahun ini.
Dari sisi ekonomi, pesanan baru untuk barang modal inti yang menjadi indikator belanja modal perusahaan melonjak 3,3 persen pada Maret, kenaikan bulanan terbesar sejak Juni 2020.
Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, saham energi menjadi yang memimpin kenaikan seiring lonjakan harga minyak, sementara sektor material dan kesehatan mencatat penurunan terbesar.
Saham Robinhood Markets jatuh 14,5 persen setelah perusahaan tersebut gagal memenuhi ekspektasi laba kuartal pertama.
Saham perusahaan penyimpanan data naik setelah proyeksi kuartal keempat yang positif dari Seagate Technology. Seagate melonjak 10,1 persen, sementara perusahaan sejenis seperti SanDisk dan Western Digital naik antara 7,1 persen hingga 7,4 persen.
Saham Starbucks naik 9,1 persen setelah menaikkan proyeksi laba tahunan. Sementara itu, Visa melonjak 9 persen setelah meningkatkan proyeksi laba setahun penuh.
Saham NXP Semiconductors meroket 26,6 persen setelah memberikan proyeksi pendapatan kuartal kedua yang melampaui ekspektasi Wall Street.
Jumlah saham yang turun lebih banyak dibanding yang naik dengan rasio 2,62 banding 1 di NYSE. Tercatat 154 saham mencetak level tertinggi baru dan 66 mencapai level terendah baru.
Di Nasdaq, 1.277 saham naik dan 3.461 turun, dengan rasio saham turun terhadap naik sebesar 2,71 banding 1.
S&P 500 mencatat 20 saham dengan level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 23 terendah baru, sementara Nasdaq mencatat 71 tertinggi baru dan 113 terendah baru.
(NIA DEVIYANA)








