Perkuat Bisnis Minim Emisi, SIG (SMGR) Produksi Semen Hijau Rendah Karbon hingga 38 Persen

Perkuat Bisnis Minim Emisi, SIG (SMGR) Produksi Semen Hijau Rendah Karbon hingga 38 Persen

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 29 April 2026 - 19:14
share

IDXChannel - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), atau SIG, terus berupaya menerapkan prinsip keberlanjutan yang terintegrasi di setiap tahapan operasionalnya.

Salah satunya, dengan menghadirkan produk semen hijau beserta produk turunannya yang inovatif, berkualitas dan memiliki tingkat karbon rendah, hingga 38 persen dibanding kandungan karbon pada semen konvensional (ordinary portman cement/OPC).

"Semen hijau SIG merupakan solusi untuk konstruksi ramah lingkungan yang rendah karbon, dan merupakan buah karya anak bangsa sebagai bentuk kepedulian dan keberpihakan terhadap kelestarian lingkungan dan bumi," ujar Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, dalam keterangan resminya, Selasa (28/4/2026).

Menurut Vita, langkah Perseroan dalam berinovasi dengan menghasilkan produk rendah karbon tersebut, merupakan bagian dari wujud komitmen SIG terhadap upaya pengembangan bisnis berkelanjutan.

Upaya tersebut didorong bersamaan dengan beragam program lain, seperti menjalankan praktik pertambangan yang baik, mengadopsi teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam kegiatan produksi untuk efisiensi energi, pemanfaatan limbah dan sampah sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif dengan prinsip ekonomi sirkular, upaya pengembangan energi terbarukan, hingga proses distribusi berkelanjutan.

Terbaru, SIG juga telah membekali lima pabriknya dengan sertifikat Green Label Indonesia predikat Platinum, dari Green Product Council Indonesia (GPCI). Kelima pabrik tersebut meliputi SIG Pabrik Tuban, PT Semen Tonasa (Pabrik Pangkep), PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Narogong, Pabrik Cilacap, serta Pabrik Lhoknga.

"Sertifikat Green Label Indonesia menjadi bukti nyata bahwa produk bahan bangunan hasil produksi SIG tidak hanya terjamin mutu dan kualitasnya, namun juga membantu pelanggan untuk mendapatkan produk yang lebih rendah emisi dan membangun dengan lebih bertanggung jawab," ujar Vita.

(taufan sukma)

Topik Menarik