Pendapatan CDIA Naik di Kuartal I-2026, Laba Bersih Anjlok

Pendapatan CDIA Naik di Kuartal I-2026, Laba Bersih Anjlok

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 29 April 2026 - 17:44
share

IDXChannel - PT Chandra Daya Investasi Tbk atau CDI Group (CDIA) mencatat penurunan laba bersih pada kuartal I-2026 di tengah kenaikan pendapatan yang mencapai dua digit.

Sepanjang Januari-Maret 2026, anak perusahaan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tersebut meraup pendapatan bersih USD41,2 juta, tumbuh 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar USD34,6 juta.

Segmen logistik mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 49 persen dari USD9,5 juta menjadi USD14,3 juta. Sementara itu, segmen energi yang menjadi penopang utama pendapatan tumbuh 6,8 persen menjadi USD25,3 juta.

Kendati demikian, beban pokok pendapatan melesat 22 persen menjadi USD31,2 juta. Laba kotor masih tumbuh positif 9,4 persen menajdi USD10 juta dengan margin 24,4 persen. 

Adjusted EBITDA juga tumbuh 125 persen menjadi USD14,1 juta dengan margin 34,2 persen. Akan tetapi, laba bersih setelah pajak justru anjlok 69 persen dari USD30,2 juta menjadi USD9,5 juta.

“CDI Group terus menunjukkan kinerja yang resilien dan eksekusi yang konsisten di berbagai siklus, didukung oleh platform infrastruktur terintegrasi serta disiplin dalam alokasi modal," kata Direktur CDI Group, Jonathan Kandinata melalui keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

Menurut Jonathan, peningkatan kinerja topline CDI Group didorong oleh kontribusi inisiatif strategis dan ekspansi aset yang dijalankan pada 2025, termasuk penambahan aset logistik maritim dan darat serta kapasitas energi surya. Kinerja ini juga didukung oleh utilisasi aset yang tinggi, basis pendapatan berulang yang stabil, serta peningkatan kontribusi pihak ketiga, dengan tambahan upside dari kenaikan tarif spot kapal di tengah kondisi pasar logistik yang menguntungkan. 

Selain itu, CDI Group juga mempertahankan posisi keuangan yang kuat, dengan likuiditas sebesar USD954,2 juta dan rasio utang terhadap kapitalisasi sebesar 39 persen, memberikan fleksibilitas untuk menangkap peluang pertumbuhan sekaligus menjaga ketahanan keuangan.

Pada periode ini, perseroan memperkuat platform logistik maritim melalui penambahan Boreas, kapal tanker kimia berkapasitas 9.000 DWT yang dikembangkan bersama Fukuoka Shipbuilding Co. Ltd., Jepang. Dirancang untuk melayani rute domestik dan internasional, Boreas tidak hanya menambah kapasitas armada, tetapi juga memperkuat kehadiran Group di Asia dan Eropa serta mendukung pengembangan platform logistik regional yang lebih terintegrasi dan berskala. Boreas dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ini.

Di seluruh segmen bisnis, CDI Group terus mengeksekusi pipeline pertumbuhan dengan fokus pada ekspansi strategis yang memperkuat pendapatan berulang, meningkatkan integrasi aset, dan mendorong penciptaan nilai jangka panjang.

Di segmen energi, kapasitas tenaga surya mencapai 11 MWp, dengan tambahan 5 MWp dalam pengembangan dan direncanakan beroperasi pada 2026. Untuk segmen air, CDI Group mengembangkan tambahan kapasitas 600 lps di WTP Krenceng serta fasilitas pengolahan air limbah 1.200 m³/hari di Cilegon, memperkuat platform air terintegrasi.

Pada segmen pelabuhan dan penyimpanan, pengembangan infrastruktur dari dana IPO, meliputi tangki penyimpanan, pipa etilena, dan fasilitas pendukung, berjalan sesuai rencana dengan progres 60 persen. Untuk pembangunan tangki bitumen 12.000 m³ RPU juga terus berjalan dan ditargetkan selesai tahun ini. 

Terakhir, segmen logistik, ekspansi armada berlanjut menuju 20 kapal di segmen gas, kimia, dan dry bulk hingga akhir 2026, untuk mendukung permintaan captive dan pihak ketiga.

Ke depan, CDI Group memasuki sisa tahun 2026 dengan posisi keuangan yang kuat, pipeline proyek yang solid, dan basis pelanggan yang terus berkembang. 

"Model infrastruktur terintegrasi CDI Group terus menghasilkan pendapatan yang terlihat dan berskala, didukung portofolio terdiversifikasi yang menggabungkan pendapatan berulang yang stabil dengan eksposur selektif terhadap peluang berbasis pasar spot, sehingga tetap resilien sekaligus mampu menangkap peluang pertumbuhan di berbagai kondisi pasar," kata Jonathan.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik