Purbaya Sebut Keputusan Tak Naikkan Harga BBM Subsidi Arahan Langsung Presiden

Purbaya Sebut Keputusan Tak Naikkan Harga BBM Subsidi Arahan Langsung Presiden

Terkini | idxchannel | Selasa, 7 April 2026 - 17:20
share

IDXChannel - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan untuk menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. 

Purbaya meluruskan bahwa keputusan strategis tersebut bukanlah hasil pemikiran satu instansi saja, melainkan produk kerja kolektif lintas kementerian.

Purbaya menyebutkan, tugasnya adalah menerjemahkan arahan Presiden ke dalam perhitungan fiskal yang matang dengan mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi di tengah fluktuasi harga energi global.

"Tapi saya tekankan di sini, itu bukan kerjaan saya sendiri. Itu kerjaan gabungan kementerian yang lain juga. Yang lebih penting lagi, itu semua dikerjakan setelah mendapat arahan dari Pak Presiden," ujar Purbaya kepada media di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Purbaya menekankan pentingnya koordinasi di bawah kepemimpinan kepala negara. Dia mengakui bahwa terkadang peran sentral Presiden dalam pengambilan kebijakan teknis jarang terekspos ke publik.

"Jadi saya sering lupa bilang itu. Jadi saya itu cuma tangannya Presiden saja. Tapi kadang-kadang kita nggak ngomong itu," jelas Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya memaparkan proses di balik layar sebelum kebijakan tersebut diresmikan. Kementerian Keuangan secara intensif melakukan simulasi dampak ekonomi berdasarkan berbagai tingkat harga minyak mentah dunia, mulai dari USD80 hingga USD100 per barel. 

Data-data inilah yang kemudian disodorkan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan.

"Jadi kebijakan (tidak menaikan BBM) kemarin itu semuanya sudah mendapat arahan. Jadi kadang-kadang kita menjalankan saja. Kadang-kadang kalau ditanya kita kasih opsi," tuturnya.

Proses dialog antara tim ekonomi dan Presiden dilakukan secara bertahap melalui serangkaian rapat koordinasi guna memastikan ketahanan APBN tetap terjaga meskipun harga minyak melonjak.

"Jadi waktu misalnya BBM kemarin, Presiden tanya begini, bagaimana dampaknya? (Saya jawab) Oke Pak, saya hitung dulu. Dia bilang oke kami hitung. Meeting berikutnya kita buat hitungannya. Harga USD80 per barel gimana? Segini. Harga USD90? segini. Harga USD100? segini," kata Purbaya.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik