Ultimatum! Trump Ancam Hancurkan Iran jika Tak Buka Selat Hormuz
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran dengan tenggat waktu 48 jam untuk membuka Selat Hormuz. Ancaman ini muncul di tengah eskalasi konflik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.
Trump sebelumnya memberi waktu 10 hari kepada Iran untuk mencapai kesepakatan atau membuka jalur strategis tersebut. Tenggat waktu itu akan berakhir pada Senin (6/4/2026).
"Ingat ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz. Waktu hampir habis, 48 jam sebelum semua malapetaka menimpa mereka. Segala puji bagi Tuhan!" tulis Trump melalui media sosial Truth Social.
Namun, Iran menegaskan tidak gentar terhadap ancaman Amerika Serikat. Teheran menyatakan Selat Hormuz hanya akan dibuka bagi negara-negara yang tidak terlibat dalam konflik melawan mereka.
Di tengah ketegangan tersebut, militer Iran dilaporkan melancarkan serangan drone terhadap kapal dagang MSC Ishika yang terkait dengan Israel di Selat Hormuz.
"Serangan drone diluncurkan terhadap kapal MSC Ishika, yang berafiliasi dengan rezim Zionis, di wilayah Selat Hormuz. Kapal tersebut terbakar hebat," bunyi pernyataan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Serangan ini memperparah situasi di kawasan, yang kini disebut mengalami blokade de facto di Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global.
Blokade tersebut berdampak signifikan terhadap ekspor dan produksi energi, sekaligus mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling strategis di dunia.









