Efisiensi, Anggaran Kementerian PU 2026 Dipangkas Jadi Rp106,18 Triliun

Efisiensi, Anggaran Kementerian PU 2026 Dipangkas Jadi Rp106,18 Triliun

Terkini | idxchannel | Selasa, 7 April 2026 - 17:50
share

IDXChannel - Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam APBN 2026 dipangkas sebesar Rp12,71 triliun, sebagai dampak dari efisiensi. Dengan demikian, anggaran untuk kebutuhan infrastruktur pada tahun ini berkurang dari Rp118,18 triliun menjadi Rp106,81 triliun.

Menteri PU, Dody Mulyadi mengatakan, penyesuaian anggaran tersebut mengacu Surat Menteri Keuangan Nomor S-1181 tanggal 1 April 2026 mengenai optimalisasi belanja kementerian dan lembaga.

"Penajaman belanja ini berdasarkan Surat Menteri Keuangan No. S-1181 tanggal 1 April 2026 melalui optimalisasi pagu sebesar Rp12,71 triliun, sehingga rencana pagu DIPA tahun 2026 menjadi sebesar Rp106,18 triliun," katanya dalam rapat kerja bersama DPR-RI, Selasa (7/4/2026). 

Meski anggaran menyusut, Dody memastikan target pembangunan infrastruktur tetap berjalan di berbagai sektor. Di bidang sumber daya air, pemerintah menargetkan pembangunan jaringan irigasi hampir 16.000 hektare, rehabilitasi jaringan irigasi 86.000 hektare (ha), pengendalian banjir sepanjang 72 kilometer (km), pengamanan pantai 7 km, serta penyediaan air baku 200 liter per detik.

Selain itu, program berbasis masyarakat Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tetap ditargetkan menjangkau 12.000 lokasi.

Di sektor jalan dan jembatan, target 2026 meliputi pembangunan jalan baru sepanjang 102 km, peningkatan kapasitas dan preservasi jalan 1.500 km, pembangunan serta duplikasi jembatan 2,2 km, preservasi jembatan 93 km, penggantian jembatan 2 km, dan pembangunan 92 unit jembatan gantung.

Pemerintah juga menargetkan pembangunan jalan tol sepanjang 33,60 km, preservasi rutin jalan nasional sepanjang 46.100 km, serta pembangunan jalan daerah 50,6 km.

Pada bidang cipta karya, pembangunan infrastruktur dasar mencakup penyediaan air minum melalui Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) sebanyak 410 lokasi, Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) 917 lokasi, serta 63 lokasi pengolahan sampah TPS-3R.

Sementara di bidang prasarana strategis, pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 unit sekolah keagamaan, 104 unit sekolah rakyat, 41 sekolah dasar dan menengah, 7 perguruan tinggi dan perguruan tinggi keagamaan, 19 prasarana perekonomian berupa pasar, 8 prasarana olahraga, dan 2 prasarana cagar budaya.

"Kita juga melakukan pembangunan prasarana kesehatan sebanyak 2 unit, prasarana peribadatan ada 2 unit, dan prasarana strategis lainnya sebanyak 1 unit," ujarnya.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik