Penjualan Emas Meningkat, Laba ANTM Melonjak 106 Persen Jadi Rp7,92 Triliun
IDXChannel - PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 106 persen menjadi Rp7,92 triliun pada 2025 dari periode tahun sebelumnya RpRp3,85 triliun.
Sejalan dengan pertumbuhan laba tahun berjalan, EBITDA perseroan juga meningkat 56 persen menjadi sebesar Rp10,51 triliun, dibandingkan 2024 yang sebesar Rp6,73 triliun.
"Kinerja operasional yang optimal menjadi kontributor utama dalam memperkuat kinerja keuangan perusahaan, didukung dengan pengelolaan keuangan yang prudent dalam menjaga soliditas struktur neraca dan posisi keuangan," kata Direktur Utama Antam Untung Budiharto dalam keterangan, Rabu (1/4/2026).
Peningkatan kinerja Antam juga mendorong kenaikan laba bersih per saham dasar sebesar Rp299,98, atau meningkat 98 persen dari sebelumnya Rp151,77 per saham.
Antam mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 22 persen menjadi Rp84,64 triliun. Di mana segmen emas berkontribusi sekitar 79 persen terhadap penjualan dengan nilai Rp66,47 triliun.
Sementara itu, segmen nikel (produk feronikel dan bijih nikel) mencatatkan kontribusi sebesar 18 persen atau Rp14,85 triliun.
Sepanjang 2025, produksi bijih nikel ANTAM mencapai sebesar 16,11 juta wet metric ton (wmt), meningkat 62 persen.
Dari sisi pemasaran, penjualan bijih nikel tercatat sebesar 14,58 juta wmt, tumbuh 75 persen didorong oleh peningkatan permintaan domestik.
Untuk produk feronikel, Antam membukukan produksi sebesar 16.064 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan sebesar 10.528 TNi.
Segmen bauksit dan alumina berkontribusi sebesar 3 persen dengan nilai Rp2,92 triliun. Penjualan segmen bauksit dan alumina meningkat 62 persen dengan nilai Rp1,80 triliun.
Per 31 Desember 2025, total aset Antam mencapai Rp52,53 triliun, dengan jumlah liabilitas mencapai Rp36,60 triliun.
(DESI ANGRIANI)









