Grup Bakrie Unggul, Saham Konglomerat Kompak Reli di Awal April
IDXChannel – Saham-saham konglomerat cenderung melonjak pada perdagangan Rabu (1/4/2026) hingga pukul 15.42 WIB. Kelompok Bakrie menjadi yang paling unggul dengan sejumlah emiten mencatat kenaikan tertinggi di pasar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham Grup Bakrie mendominasi penguatan. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melonjak 15,83 persen ke Rp805 per unit, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat 13,30 persen, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 8,33 persen, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) bertambah 6,85 persen, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) naik 6,73 persen.
Di posisi berikutnya, saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu juga bergerak positif. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 4,29 persen, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat 6,23 persen, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 5,19 persen, PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat 3,37 persen, serta PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 4,97 persen.
Sementara itu, saham Grup Hapsoro menunjukkan kinerja solid dengan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) naik 4,96 persen, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menguat 5,67 persen, dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) yang mencatat kenaikan 13,68 persen.
Saham Grup Haji Isam juga masuk jajaran penguat, yakni PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) naik 6,27 persen, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) menguat 5,94 persen, dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) naik 2,96 persen.
Selain itu, saham yang terafiliasi Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), turut menguat 5,63 persen.
Dari Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turut menguat 3,67 persen. Saham Grup Salim dan Agung Sedayu, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), naik 3,65 persen, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat 5,18 persen.
Indeks Harga Saham Gabungan naik hampir 2 persen pada Rabu, mengakhiri penurunan empat hari beruntun.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, rebound pasar dipicu meningkatnya harapan meredanya konflik geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan perang dengan Iran berpotensi berakhir dalam dua hingga tiga pekan ke depan.
Trump juga menegaskan AS dapat menarik pasukan kapan saja, yang menurutnya akan langsung melemahkan Iran.
BRI Danareksa menilai pernyataan tersebut muncul di tengah lonjakan harga energi global, terutama minyak, sejak konflik Timur Tengah memanas pada akhir Februari.
Dari sisi Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dilaporkan menolak gencatan senjata sementara dan menuntut pengakhiran perang secara menyeluruh, sementara Pope Leo XIV turut mendorong dialog dan de-eskalasi serta menyerukan kembali ke meja perundingan.
Meski sentimen pasar membaik, BRI Danareksa mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap sejumlah risiko.
Belum adanya kesepakatan konkret antara Amerika Serikat dan Iran membuka peluang terjadinya false hope rally yang rawan berbalik arah.
Selain itu, potensi eskalasi lanjutan masih dapat kembali mendorong harga energi naik dan menekan pasar keuangan global. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.









