IHSG Ditutup Menguat Hampir 2 Persen, Saham-Saham Konglo Rebound
IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada sesi perdagangan Kamis (1/4/2026). Indeks ditutup menguat hampir 2 persen ke level 7.184, mencerminkan optimisme investor terhadap pasar modal.
IHSG bergerak di teritori positif di sepanjang perdagangan. Nilai transaksi di pasar reguler naik menjadi Rp15,8 triliun dengan lebih dari 300 juta lot saham diperjualbelikan.
IDX30 naik 1,21 persen dan LQ45 menguat 1,53 persen, lebih rendah dari kenaikan IHSG yang mencerminkan penguatan lebih ditopang oleh saham-saham selain blue chip. Sementara JII dan ISSI kompak terbang masing-masing 2,28 persen dan 2,38 persen.
Saham-saham "konglo" juga terpantau menguat tajam pada perdagangan hari ini. Saham milik kelompok usaha Bakrie seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 10 persen ke Rp238 dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melesat 15 persen ke Rp505.
Saham yang terafiliasi dengan taipan Prajogo Pangestu juga ikut menguat. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 7 persen, sedangkan PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 4 persen ke Rp4.610.
Di samping itu, saham-saham terkait emas juga rebound. Saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) melesat 6 persen ke Rp3.710 dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) naik 9 persen ke Rp1.500.
Secara sektoral, seluruhnya naik kecuali sektor HEALTH yang terkoreksi 0,2 persen, terseret oleh saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) yang turun 6 persen ke Rp1.235. Sektor INDUSTRIAL dan CYCLICAL memimpin penguatan dengan kenaikan masing-masing 6,11 persen dan 5,22 persen
Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menguat 22 persen ke Rp2.280, PT GTS Internasional Tbk (GTSI) naik 17 persen ke Rp218, dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melesat 17 persen ke Rp2.540.
Sementara saham-saham yang masuk deretan top losers di antaranya PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) turun 10 persen ke Rp1.380, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melemah 8 persen ke Rp1.685, dan PT Bank Mega Tbk (MEGA) terkoreksi 7 persen ke Rp4.250.
(Rahmat Fiansyah)









