Wall Street Ditutup Semringah Seiring Potensi Deeskalasi Perang Timur Tengah

Wall Street Ditutup Semringah Seiring Potensi Deeskalasi Perang Timur Tengah

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 1 April 2026 - 06:40
share

IDXChannel - Indeks utama Wall Street ditutup menguat tajam pada Selasa (31/3/2026), didorong spekulasi mengenai potensi meredanya konflik di Timur Tengah yang dalam beberapa pekan terakhir telah mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi global.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan mengatakan kepada para ajudannya bahwa dia bersedia mengakhiri kampanye militer terhadap Iran, bahkan jika Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup.

Dilansir Reuters, S&P 500 melonjak 2,91 persen dan ditutup pada 6.528,52 poin. Nasdaq naik 3,83 persen ke 21.590,63 poin. Dow Jones Industrial Average menguat 2,49 persen ke 46.341,51 poin.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan beberapa hari ke depan akan menjadi penentu. Dia memperingatkan Teheran bahwa konflik akan semakin intensif jika tidak ada kesepakatan.

Konflik yang telah berlangsung selama sebulan ini membuat indeks S&P 500 dan Dow mencatat penurunan kuartalan terdalam sejak 2022. Investor khawatir lonjakan biaya bahan bakar dapat menekan permintaan barang dan jasa, sekaligus memaksa bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga guna menahan inflasi.

Perusahaan-perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Wall Street mencatat kenaikan besar, dengan Nvidia naik 5,6 persen, Alphabet bertambah 5,1 persen, dan Meta Platforms melonjak 6,7 persen.

Indeks semikonduktor PHLX naik 6,24 persen, mencatat sesi terbaiknya dalam hampir satu tahun.

Indeks S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan harian terbesar sejak Mei 2025, ketika investor bereaksi terhadap gencatan dalam perang dagang antara Washington dan Beijing.

Volume perdagangan di bursa AS cukup tinggi, dengan 22,4 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan rata-rata 20,3 miliar saham dalam 20 sesi sebelumnya.

Sembilan dari sebelas sektor dalam S&P 500 menguat, dipimpin oleh sektor layanan komunikasi yang naik 4,42 persen, diikuti sektor teknologi informasi yang naik 4,24 persen.

Sementara itu, indeks energi turun 1,2 persen, meskipun masih mencatat kenaikan 10 persen sepanjang Maret seiring reli harga minyak.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik