IHSG Turun Tajam 4 Persen, Berpotensi Uji Level Kritis

IHSG Turun Tajam 4 Persen, Berpotensi Uji Level Kritis

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 4 Maret 2026 - 10:40
share

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam pada perdagangan intraday Rabu (4/3/2026).

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.27 WIB, IHSH kini berada di level 7.586,94 atau merosot 4,44 persen, seiring kejatuhan saham konglomerat dan blue chip tradisonal, termasuk perbankan besar.

Sebanyak 740 saham turun, dan hanya 52 saham yang naik, dengan 166 sisanya stagnan.

Dengan ini, IHSG telah turun selama tiga hari beruntun.

Secara teknikal, indeks telah menembus moving average 200 hari (MA-200) di area 7.952 yang selama ini menjadi penopang tren jangka menengah.

Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, penembusan ini menjadi sinyal penting karena MA-200 kerap dipandang sebagai batas psikologis arah tren.

Dengan posisi saat ini, area 7.952 berpotensi berubah fungsi dari support menjadi resistance.

Dari sisi level teknikal, IHSG kini menghadapi area uji terdekat di 7.710 sebagai support minor. Jika tekanan jual berlanjut, support berikutnya berada di kisaran 7.480.

Secara struktur harga, pola yang terbentuk menunjukkan adanya lower high setelah rebound sebelumnya.

Breakdown kali ini juga terjadi dengan tekanan jual yang relatif agresif, menandakan struktur minor uptrend yang sempat terbentuk telah patah.

Indikator momentum turut mengonfirmasi pelemahan tersebut.

MACD masih bergerak di area negatif, dengan histogram kembali melebar di zona merah. Hingga saat ini, belum terlihat indikasi bullish crossover yang dapat mengisyaratkan pembalikan arah dalam waktu dekat.

Namun demikian, karena perdagangan belum ditutup, pelaku pasar masih mencermati kemungkinan reclaim atau penutupan kembali di atas MA-200.

Jika IHSG gagal kembali ke atas area 7.950 hingga penutupan, maka sinyal breakdown diperkirakan semakin valid secara teknikal dan membuka ruang koreksi lanjutan dalam jangka pendek.

Terseret Bursa Asia

Koreksi IHSG dinilai sejalan dengan pelemahan bursa global, terutama Asia.

Riset MNC Sekuritas mencatat indeks utama Asia bergerak turun tajam, seperti Nikkei melemah 3,94 persen, Hang Seng terkoreksi 2,59 persen, dan KOSPI anjlok 9,63 persen.

Tekanan tersebut dipicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak mentah setelah Iran menutup Selat Hormuz, di tengah konflik geopolitik Timur Tengah yang semakin meluas.

Sentimen ini memicu aksi jual di berbagai pasar saham regional.

Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih berada dalam fase downtrend. Saat ini, indeks tengah menguji area 7.621-7.686 sesuai skenario merah yang sebelumnya disampaikan.

Pelaku pasar diminta mencermati level support krusial di 7.481. Jika level tersebut tertembus, maka dalam skenario terburuk IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju kisaran 7.140–7.265. (Aldo Fernando)

Topik Menarik