Harga CPO Bangkit usai Dua Hari Melemah
IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat tipis pada Senin (5/1/2026) setelah dua hari berturut-turut melemah, seiring pelemahan ringgit yang membuat komoditas tersebut lebih murah bagi pemegang mata uang asing.
Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Maret di Bursa Malaysia Derivatives Exchange 0,2 persen menjadi 3.999 ringgit Malaysia per metrik ton pada jeda perdagangan siang. Sepanjang pekan lalu, kontrak ini turun 2,42 persen.
Kepala riset komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, mengatakan, dikutip Reuters, kontrak CPO Bursa Malaysia dibuka menguat mengikuti kenaikan minyak kedelai di Chicago pada Jumat dan awal perdagangan Asia, didukung pelemahan ringgit serta munculnya sinyal permintaan baru dari India pada pagi hari.
Namun, ia menambahkan, ekspektasi meningkatnya stok minyak sawit Malaysia pada akhir 2025 membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian tidak berubah, sementara kontrak minyak sawitnya turun 1,14 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) terkoreksi 0,06 persen setelah sempat menguat di awal sesi.
Harga minyak sawit kerap mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena saling berebut pangsa pasar minyak nabati global. Pada saat yang sama, ringgit, mata uang perdagangan minyak sawit, melemah 0,52 persen terhadap dolar AS.
Sementara, bursa saham Asia menguat dan harga minyak bergerak fluktuatif, di tengah pertimbangan pelaku pasar terhadap implikasi aksi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela serta menjelang rilis padat data ekonomi pada pekan perdagangan penuh pertama tahun ini. (Aldo Fernando)









