NINE Targetkan Pendaftaran Rights Issue ke OJK pada Kuartal II-2026

NINE Targetkan Pendaftaran Rights Issue ke OJK pada Kuartal II-2026

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 6 Januari 2026 - 18:44
share

IDXChannel - PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) berencana mengakuisisi aset tambang di Mongolia seiring masuknya Poh Group sebagai pemegang saham utama sekaligus pengendali perseroan.

Direktur NINE, Nuzwan Gufron menjelaskan, proses akuisisi aset akan dilakukan sepenuhnya melalui skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue. Dengan kata lain, akuisisi ini tidak melibatkan kas internal atau pembiayaan perbankan atau pihak ketiga.

"Perseroan berencana untuk melakukan Pernyataan Pendaftaran PMHMETD selambatnya pada kuartal II-2026," katanya dalam surat kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/1/2026).

Gufron mengatakan, injeksi aset tambang di Mongolia ke dalam NINE menjadi fokus utama Poh Group. Sementara itu, untuk rencana akuisisi tambang batu bara di Indonesia masih dikaji.

"Poh akan menyampaikan kembali jika terdapat progress terkait akuisisi aset tambang di Indonesia yang akan disampaikan sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujarnya.

Sebelumnya, NINE mengamankan hak opsi untuk mengakuisisi aset tambang di Mongolia untuk 12 bulan ke depan. Aset-aset tersebut saat ini dimiliki oleh Poh Golden Ger Resources Pte Ltd yang terafiliasi dengan pengendali. Nilai indikatif aset tersebut sekitar USD100 juta atau Rp1,6 triliun meski penilaian independen masih diperlukan untuk menentukan harga final.

PGGR saat ini mengoperasikan tambang terbuka (open-pit mines) dan tambang bawah tanah (underground mines) dengan aset mencapai USD500 juta dan lebih dari 1.000 karyawan. 

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik