Wapres AS JD Vance: Alasan Kami Kalah Pemilu Adalah Perang Iran!

Wapres AS JD Vance: Alasan Kami Kalah Pemilu Adalah Perang Iran!

Global | sindonews | Kamis, 5 November 2026 - 12:15
share

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,47 secara tahunan (year on year/yoy) pada Kuartal III 2026 dengan konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama. Selain konsumsi masyarakat, investasi dan belanja pemerintah turut mendukung kinerja perekonomian nasional sepanjang periode tersebut.

"Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar pada PDB adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 51,97 pada triwulan III 2026," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud dalam rilis BPS, Kamis (5/11/2026).

Baca Juga:Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,33 di Kuartal III-2026, Ini Penopang Utamanya

Edy menjelaskan konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 secara tahunan pada Kuartal III 2026. Capaian tersebut sekaligus menjadikan konsumsi rumah tangga sebagai komponen dengan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Sementara itu, komponen investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menempati posisi kedua dengan kontribusi sebesar 30,81 terhadap PDB nasional. "Dengan demikian, 82,78 PDB triwulan III 2026 berasal dari konsumsi rumah tangga dan PMTB," ujar Edy.

Baca Juga:Ekspor Indonesia Capai USD221,23 Miliar hingga September 2026, Naik 5,58

Dari sisi pertumbuhan, konsumsi pemerintah mencatatkan peningkatan tertinggi sebesar 8,95 pada Kuartal III 2026. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa pemerintah. Dengan capaian tersebut, konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah menjadi sejumlah komponen penting yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal III 2026.

Topik Menarik