13 Tradisi Halloween Paling Menyeramkan di Seluruh Dunia, Berpura-pura Jadi Arwah Tersesat
Banyak orang dapat dengan mudah menemukan keindahan yang menyatukan berbagai tradisi Halloween di seluruh dunia. Beberapa negara memiliki cara unik tersendiri dalam merayakan hari raya yang identik dengan budaya Amerika ini.
Negara lain merayakan aspek spiritual kehidupan setelah kematian melalui praktik-praktik kuno yang khas bagi budaya dan agama mereka. Hal yang menyatukan beragam bentuk perayaan Halloween ini adalah perayaan akan kehidupan dan orang-orang terkasih.
13 Tradisi Halloween Paling Menyeramkan di Seluruh Dunia, Berpura-pura Jadi Arwah Tersesat
1. Trick or Treat (Amerika Serikat)
Melansir trafalgar, tradisi Halloween yang paling terkenal di Amerika Serikat adalah trick or treat (tradisi meminta permen dari rumah ke rumah). Anak-anak di Amerika mengenakan kostum karakter favorit mereka, lalu berkeliling dari satu rumah ke rumah lain untuk meminta permen.Praktik ini memiliki keterkaitan dengan festival kuno bangsa Kelt, yaitu Samhain, di mana orang-orang mengenakan kostum makhluk menyeramkan dan melakukan pertunjukan sebagai imbalan atas makanan. Tradisi ini kemudian berkembang menjadi trick or treat di Amerika Serikat pada tahun 1930-an, yang konon bertujuan untuk mencegah anak-anak melakukan kenakalan.
2. Pangangaluluwa (Filipina)
Tradisi trick or treat masih terus berlangsung di Amerika Serikat, namun di Filipina, sebuah kebiasaan yang serupa justru mulai menghilang. Pangangaluluwa, atau “souling”, merupakan adat rakyat dari tahun 1900-an yang umumnya dilakukan di daerah pedesaan. Baik orang dewasa maupun anak-anak akan mengenakan kostum dan berkeliling dari pintu ke pintu, berpura-pura menjadi arwah yang tersesat.Sembari berkeliling, mereka bernyanyi dan meminta sedekah berupa beras atau uang. Saat ini, tradisi tersebut sudah jarang dipraktikkan, namun jika Anda berada di kota yang tepat, perayaan ini akan menjadi pengalaman yang jauh lebih istimewa daripada sekadar mendapatkan permen.
3. Samhain (Irlandia)
Salah satu tradisi Halloween yang paling menarik di dunia berasal dari Irlandia. Faktanya, Halloween berakar dari perayaan Samhain, yang menandai berakhirnya musim panas dan dimulainya musim panen. Salah satu kebiasaan lama dalam festival pagan “All Hallowtide” ini adalah membuat dan menyantap Barmbrack—sejenis kue padat yang berisi kismis, anggur kering, dan manisan jeruk. Sudah menjadi tradisi bagi pembuat kue untuk menyembunyikan sebuah cincin, secarik kain, dan koin ke dalam adonan Barmbrack. Setiap benda tersebut melambangkan nasib tertentu bagi siapa pun yang menemukannya di dalam potongan kue mereka. Mereka yang mendapatkan cincin dipercaya akan segera menikah atau menemukan kebahagiaan; mereka yang mendapatkan kain mungkin akan menjadi rohaniwan atau menghadapi masa depan keuangan yang tidak menentu; sementara mereka yang mendapatkan koin akan menikmati tahun yang makmur.4. Teng Chieh (China)
Teng Chieh, atau Festival Hantu Lapar, di China bukanlah tradisi Halloween dalam pengertian yang ketat. Sebaliknya, ini merupakan tradisi Tao kuno yang menjadi panduan bagi arwah yang berkelana di bumi.Pada hari ke-15 bulan ke-7 dalam penanggalan lunar (dikenal sebagai Bulan Hantu), saat senja tiba, masyarakat akan meletakkan dupa, makanan, dan air di depan foto anggota keluarga yang telah meninggal. Arwah-arwah tersebut kemudian diyakini dapat memberikan berkah atau justru hukuman kepada kerabat mereka yang masih hidup.
Banyak orang memandang tradisi ini sebagai cara untuk menenangkan para “hantu lapar” yang telah berkeliaran sejak awal Bulan Hantu. Pada malam yang sama, biasanya diadakan perjamuan di mana keluarga akan menyediakan satu kursi kosong di meja makan untuk leluhur yang telah tiada. Baca selanjutnya: Festival Halloween paling menyeramkan di seluruh dunia
5. Día de los Muertos (Meksiko)
Día de los Muertos, atau Hari Orang Mati, di Meksiko merupakan tradisi kaya budaya yang mirip dengan Halloween dan berlangsung pada tanggal 1 serta 2 November. Terlepas dari namanya, perayaan ini justru berfokus pada perayaan kehidupan, sukacita, dan warna-warni. Inti dari tradisi ini adalah menunjukkan kasih sayang dan penghormatan kepada arwah anggota keluarga yang telah tiada.Seperti tradisi Halloween lainnya di berbagai belahan dunia, perayaan Hari Orang Mati mencakup kegiatan seperti mengenakan riasan cerah dan kostum yang memukau, mengadakan parade, serta bernyanyi dan menari. Namun, hal yang membuat perayaan ini begitu unik adalah kebiasaan memberikan persembahan bagi orang-orang terkasih.
Keluarga akan mendirikan altar sementara sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah meninggal. Altar tersebut dihiasi dengan berbagai sajian, seperti manisan berbentuk tengkorak dari gula dan botol tequila, serta bunga marigold dan foto-foto mendiang. Konon, persembahan ini akan menarik arwah untuk datang ke altar tersebut agar dapat bersatu kembali dengan keluarga yang masih hidup.
6. La Festa di Ognissanti (Italia)
Kebiasaan Halloween berakar pada tradisi kuno seperti La Festa di Ognissanti, atau Hallowmas, di Italia. Tanggal 1 November adalah Hari Semua Orang Kudus (All Saints Day), hari pertama Hallowmas, yang merayakan orang-orang kudus dalam tradisi Katolik. Pada hari raya ini, orang Italia menghabiskan waktu bersama keluarga dan bahkan saling bertukar hadiah. Tanggal 2 November adalah Hari Semua Arwah (All Souls Day), sebuah peringatan bagi orang-orang terkasih yang telah meninggal. Keluarga akan meletakkan bunga krisan di makam orang-orang terkasih, menghadiri misa arwah, dan menyantap banyak makanan. Diyakini bahwa roh-roh turut serta dalam perayaan tersebut. Oleh karena itu, kue yang disebut Fave dei morti—atau "kacang orang mati"—disajikan untuk mereka yang telah tiada. Pada masa Romawi kuno, kacang digunakan dalam ritual pemakaman karena dipercaya sebagai tempat bersemayamnya jiwa orang yang telah meninggal.7. Fet Gede (Haiti)
Fet Gede, atau Festival Orang Mati, memiliki semangat yang sama dengan tradisi Halloween, namun dengan latar belakang budaya yang sangat berbeda. Pada tanggal 1 dan 2 November, para penganut Voodoo di Haiti—yang disebut Vodouisants—memberikan penghormatan kepada Baron Samedi, sosok yang dianggap sebagai bapak bagi roh-roh orang yang telah meninggal.Para Vodouisants menari di jalanan untuk berkomunikasi dengan leluhur mereka yang telah tiada, serta berjalan menyusuri pemakaman sembari "memberi makan" leluhur mereka dengan hidangan dari meja makan mereka sendiri. Fet Gede terkadang digambarkan sebagai padanan Voodoo untuk Mardi Gras, Día de los Muertos, dan Halloween, karena suasananya yang sangat meriah, tradisi budaya yang semarak, serta peringatan bagi anggota keluarga yang telah meninggal.
8. La Toussaint (Prancis)
Bagaimana Halloween dirayakan di Prancis? Terus terang, perayaan ini lebih tepat disebut sebagai sesuatu yang "ditoleransi" daripada dirayakan secara antusias. Di Prancis, Halloween sering kali kalah menonjol dibandingkan dengan La Toussaint (Hari Semua Orang Kudus) yang jatuh pada tanggal 1 November. Masyarakat Prancis tidak terlalu merayakan Halloween karena dianggap sebagai tradisi yang diimpor dari Amerika.Kostum Halloween yang terlihat pada tanggal 31 Oktober biasanya sangat menyeramkan. Namun, Hari Semua Orang Kudus (All Saints Day) merupakan hari libur nasional yang jatuh tepat setelah Halloween. Pada hari ini, masyarakat Prancis menghadiri kebaktian khusus di gereja dan mengunjungi pemakaman untuk meletakkan bunga di makam kerabat mereka yang telah tiada.
9. Malam Halloween (Hong Kong)
Hong Kong perlahan mulai mengadopsi perayaan Halloween, terlepas dari asal-usulnya yang berkaitan dengan masa kolonial. Untuk merasakan pengalaman Halloween ala Amerika secara menyeluruh, "Halloween Time" di Hong Kong Disneyland adalah tempat yang tepat. Acara ini mencakup pertunjukan interaktif oleh para tokoh penjahat Disney (Disney Villains) yang menyanyikan lagu-lagu orisinal yang diciptakan khusus untuk pertunjukan tersebut. Jika ingin merasakan Halloween dengan sentuhan lokal, kunjungilah taman hiburan terbesar di Hong Kong, Ocean Park Hong Kong.Atraksi yang memadukan taman laut dan kebun binatang ini menyelenggarakan perayaan Halloween terbesar di Asia. Rangkaian acara malam itu meliputi rumah hantu, pertunjukan jalanan dengan kostum yang tampak mengerikan, serta berbagai hiburan bertema Halloween lainnya.
10. Halloween (Jepang)
Perayaan Halloween di Jepang telah berkembang dengan ciri khasnya sendiri sejak pertama kali diadakan di Tokyo Disneyland pada tahun 2000. Masyarakat Jepang tidak terlalu mementingkan tradisi Halloween ala Amerika, seperti kegiatan meminta permen dari rumah ke rumah (trick-or-treat).Jika orang Amerika mungkin hanya mengenakan kostum sederhana yang dibeli di toko perlengkapan pesta, orang Jepang justru tampil total dengan cosplay (bermain peran dengan kostum) berkualitas tinggi—mulai dari yang terlihat lucu hingga yang sangat menyeramkan. Di Jepang, perayaan Halloween tumpah ruah ke jalanan dalam bentuk pawai zombi yang meriah, flash mob, dan pesta jalanan. Salah satu perayaan yang paling unik adalah "kereta Halloween". Pada tanggal 31 Oktober, suasana tenang dan tertib di dalam kereta api Jepang berubah menjadi pesta Halloween yang sangat meriah dan penuh semangat.
11. Dia das Bruxas (Portugal)
Dia das Bruxas, atau "Hari Para Penyihir", merupakan padanan Halloween di Portugal. Hari raya ini memiliki banyak akar tradisi yang sama dengan Halloween. Kegiatan meminta makanan dari rumah ke rumah (trick-or-treat) juga menjadi bagian penting dari Dia das Bruxas, namun alih-alih meminta permen, anak-anak di sana meminta roti, buah-buahan, atau kacang-kacangan.Pada Hari Para Penyihir (Day of the Witches), keluarga-keluarga juga mengunjungi makam kerabat mereka yang telah meninggal. Mereka menghiasi makam tersebut dengan bunga dan lilin untuk menghormati leluhur mereka.
12. Sint-Maarten (Belanda)
Di Belanda, Halloween dirayakan secara sederhana dan lebih dianggap sebagai bentuk Amerikanisasi serta komersialisme, bukan sebagai tradisi budaya yang mengakar. Meski begitu, nuansa Halloween tetap dapat ditemukan dalam berbagai pesta meriah yang tersebar di Amsterdam. Namun, pada tanggal 11 November, masyarakat Belanda merayakan Sint-Maarten—sebuah hari perayaan bagi anak-anak yang mirip dengan Halloween ala Amerika, tetapi dirayakan secara lebih luas.Pada malam tanggal 11 November, anak-anak dapat terlihat di jalanan, mirip dengan tradisi trick-or-treat. Mereka biasanya membawa lentera yang dibuat dari buah bit gula atau lobak, yang mengingatkan kita pada jack-o’-lantern khas Amerika. Saat berkeliling di jalanan, anak-anak tersebut akan mengetuk pintu pintu ke pintu dan menyanyikan lagu untuk tetangga mereka dengan harapan mendapatkan permen.




