Dengan Berbagai Cara, Arab Saudi Cegah Invasi AS ke Iran

Dengan Berbagai Cara, Arab Saudi Cegah Invasi AS ke Iran

Global | sindonews | Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:25
share

Arab Saudi menyatakan bahwa kawasan ini menginginkan kembalinya perdamaian, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan kemungkinan eskalasi baru yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Saat berbicara dalam forum keamanan di Bahrain pada hari Sabtu, Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Waleed ElKhereiji, mengatakan bahwa berbagai upaya sedang dilakukan untuk mencegah eskalasi militer dan mencapai kesepakatan guna mengakhiri krisis dengan Iran.

"Jika kita melihat upaya yang tengah dilakukan oleh berbagai pihak, pesannya sangat jelas. Masyarakat di kawasan ini ingin menghadirkan kembali perdamaian," tuturnya, dilansir Al Jazeera.

Namun, ElKhereiji menambahkan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat memprediksi hasil dari upaya-upaya tersebut.ElKhereiji mengatakan Riyadh menyatakan tengah melakukan diplomasi untuk meredakan krisis regional,

Pejabat Saudi tersebut memperingatkan bahwa kawasan ini berada di titik kritis. Ia menyebutkan bahwa konflik yang meluas mengancam keamanan maritim, pasokan energi, dan ekonomi global.

"Kerajaan terus melanjutkan upaya diplomatiknya, melalui koordinasi dengan negara-negara sahabat dan mitra, untuk meredakan ketegangan serta menyelesaikan sengketa secara damai, demi menjaga keamanan dan stabilitas kawasan," ujarnya, sebagaimana dikutip oleh Saudi Press Agency.

ElKhereiji juga menyampaikan bahwa Arab Saudi mengimbangi langkah diplomasi dengan upaya memperkuat pertahanan nasional, termasuk melindungi infrastruktur vital, meningkatkan keamanan siber, memperdalam koordinasi di kawasan Teluk, serta memperluas kemitraan di bidang pertahanan.

Ia turut mengecam eskalasi berkelanjutan yang dilakukan oleh kelompok Houthi terhadap Yaman dan Arab Saudi. Ia menuduh kelompok tersebut menyasar fasilitas sipil, mengancam jalur pelayaran, serta menghambat upaya pencapaian penyelesaian politik di Yaman.Sementara itu, Menteri Luar Negeri Faisal bin Farhan Al Saud dan Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri, Kaja Kallas, membahas “perkembangan regional dan internasional terkini” di sela-sela pertemuan menteri luar negeri G20 di Atlanta, Amerika Serikat.

Keduanya juga “menegaskan pentingnya mewujudkan perdamaian,” ungkap Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan.

Menteri Arab Saudi tersebut juga bertemu dengan mitranya dari Kanada, Anita Anand, untuk membahas hubungan bilateral serta perkembangan di kawasan.

“Kedua belah pihak mengutuk serangan berkelanjutan yang dilakukan milisi teroris Houthi terhadap Kerajaan, serta menekankan pentingnya upaya untuk mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut,” jelas kementerian itu.

Topik Menarik