Erdogan Pecat Penasihat Senior setelah Mengkritik Larangan Jilbab di Azerbaijan

Erdogan Pecat Penasihat Senior setelah Mengkritik Larangan Jilbab di Azerbaijan

Global | sindonews | Senin, 26 Oktober 2026 - 12:27
share

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memecat seorang penasihat seniornya pada hari Minggu, beberapa pekan setelah penasihat tersebut mengkritik larangan pemakaian jilbab di Azerbaijan. Kritik tersebut telah memicu perselisihan diplomatik antara kedua negara yang telah lama bersekutu.

Mengutip laporan dari Middle East Eye (MEE), Senin (26/10/2026), langkah Erdogan itu sebagai upaya memperbaiki hubungan Turki dengan Azerbaijan.

Baca Juga: Demo Larangan Hijab Meluas, Azerbaijan Blokir Media Sosial

Oktay Saral, penasihat utama kepresidenan Turki, mengonfirmasi kepada MEE bahwa dirinya telah diberhentikan. “Saya sepenuhnya menghormati keputusan presiden,” kata Saral dalam sebuah pesan.

MEE memperoleh informasi bahwa Saral dipecat untuk memenuhi tuntutan Azerbaijan yang bertujuan mengakhiri krisis antara kedua negara. Turki dan Azerbaijan memiliki hubungan erat yang berakar pada kesamaan etnis, budaya, agama, dan sejarah.

Larangan penggunaan jilbab yang diberlakukan Azerbaijan di sekolah dasar dan menengah pada bulan lalu memicu demonstrasi di Turki serta kritik terhadap pemerintah Baku.Saral juga mengunggah pernyataan di media sosial saat itu. Dia mengkritik keputusan tersebut dan meminta Azerbaijan mencabut larangan itu.

Komentarnya menuai kecaman keras pada awal bulan ini dari Partai Azerbaijan Baru, partai yang dipimpin Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev. Partai tersebut mendesak Ankara agar menghindari kecenderungan hegemonik atau keinginan mendominasi dunia Islam.

Ankara berupaya membujuk Aliyev agar menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Negara-Negara Turkik di Turki pada akhir pekan ini.

Erdogan Undang Aliyev Hadiri KTT Negara-Negara Turkik

Dalam pernyataan resmi masing-masing, pemerintah Turki dan Azerbaijan menyebut Erdogan telah mengundang Aliyev untuk menghadiri KTT tersebut melalui percakapan telepon kedua pemimpin pada Kamis pekan lalu. Namun, kedua pernyataan itu tidak menjelaskan apakah Aliyev akan menghadiri pertemuan tersebut.

Para pejabat Turki khawatir Aliyev, yang marah atas demonstrasi di Turki menentang larangan jilbab di Azerbaijan, akan memilih untuk tidak menghadiri KTT tersebut.Pekan lalu, MEE melaporkan bahwa Azerbaijan telah menuntut Ankara memecat Saral. Baku juga meminta agar para komentator media sosial yang dianggap menghina Aliyev diproses secara hukum.

“Pemecatan Saral akan mendorong Aliyev untuk menghadiri KTT negara-negara Turkik,” kata seorang sumber Azerbaijan kepada MEE. “Sebelum keputusan ini diambil, kemungkinannya kurang dari 50 persen.”

Upaya Turki sebelumnya untuk meredakan ketegangan gagal memperbaiki hubungan kedua negara. Kunjungan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan ke Baku justru diikuti gelombang pemberitaan bernada permusuhan di media Azerbaijan.

Topik Menarik