4 Kali Kim Jong-un Dirumorkan Meninggal: Isu Ditembak Sniper AS hingga Klaim Pendarahan Otak
Kim Jong-un, diktator Korea Utara (Korut), dirumorkan telah meninggal dunia pada pada akhir pekan, 18–19 Oktober 2026. Salah satu sumber rumor ini adalah Wanjun Xie, Ketua Partai Demokrasi China (partai yang dilarang), yang mengeklaim Kim Jong-un mengalami pendarahan otak, jatuh koma, dan dibawa ke Beijing untuk mendapat perawatan medis.
Rumor itu menyebar luas dan jadi pemberitaan media-media internasional. Semua berita dari media asing diberi penegasan bahwa berita meninggalnya Kim Jong-un tidak terverifikasi.
Baca Juga: Kim Jong-un Dilaporkan Meninggal Dunia, Korea Utara Bungkam
Rumor negatif itu akhirnya terpatahkan dengan penerbitan foto-foto terbaru Kim Jong-un oleh media pemerintah Korut, KCNA, pada Selasa (20/10/2026). Foto-foto yang dirilis menunjukkan pemimpin Korut itu tampak sehat bugar menghadiri pameran busana. Dia juga terlihat bersama putrinya, Kim Ju-ae, sedang memberikan pengarahan kepada para pejabat Korut.
Ini bukan pertama kalinya Kim Jong-un dirumorkan meninggal. Setidaknya sudah empat kali diktator Korea Utara itu diguncang rumor tak mengenakkan.4 Kali Kim Jong-un Dirumorkan Meninggal
1. 17 Juni 2016, Dirumorkan Tewas oleh Serangan Bom Bunuh Diri
Sebuah situs bernama East Asia Tribune pernah menerbitkan berita bahwa Kim Jong-un tewas setelah seorang perempuan menerobos pengawalnya dan meledakkan bom saat dia menghadiri sebuah acara di Pyongyang, 17 Juni 2016. Laporan itu menyebut Kim Jong-un meninggal setelah dibawa ke rumah sakit.Laporan berita itu segera dibantah pejabat Korea Selatan. Kementerian Unifikasi Korea Selatan mempertanyakan kredibilitas situs tersebut. Kementerian Pertahanan Korea Selatan, yang dikutip Korea JoongAng Daily dan The Korea Times, juga menyatakan laporan itu tidak benar.2. 6 Juli 2017, Dirumorkan Tewas Ditembak Sniper AS
Setahun setelah rumor pertama terbantahkan, Kim Jong-un kembali digoyang rumor yang tak kalah mengerikan. Pada 6 Juli 2017, situs dailysidnews.com memberitakan bahwa pemimpin Korea Utara itu tewas ditembak sniper Amerika Serikat (AS).Judul berita dari situs tersebut berbunyi: "Kim Jong Un dead: North Koreans calling Trump an assassin". Situs itu menulis bahwa Kim Jong-un dikabarkan tewas akibat tembakan di kepala dari senapan runduk milik seorang tentara Amerika.
Narasi berita itu menghubungkan kematiannya dengan ketegangan antara Washington dan Pyongyang setelah Korea Utara menguji coba rudal balistik antarbenua pada awal Juli.
Kantor berita United Press International menepis rumor itu dengan melaporkan bahwa Kim Jong-un mengunjungi Istana Matahari Kumsusan pada 8 Juli, dua hari setelah kabar kematiannya beredar.Ulasan PolitiFact juga menyatakan klaim kematian tersebut palsu dan memberikan rating “Pants on Fire!”, kategori mereka untuk klaim yang sangat tidak benar.
3. April 2020, Dirumorkan Meninggal karena Absen Perayaan Ultah Pendiri Korut
Rumor besar kembali muncul setelah Kim Jong-un tidak menghadiri perayaan ulang tahun kakeknya, Kim Il-sung (pendiri Korea Utara), pada 15 April 2020. Dia terakhir kali diberitakan menghadiri rapat pada 11 April.Pada 20 April, situs Daily NK melaporkan bahwa Kim Jong-un sedang menjalani pemulihan setelah prosedur kardiovaskular. CNN kemudian memberitakan, dengan mengutip seorang pejabat senior AS, bahwa kondisi Kim berada dalam bahaya serius. Spekulasi berkembang menjadi klaim bahwa dia mengalami kematian otak atau telah meninggal dunia.
Pada 22 April, PolitiFact menyatakan tidak ada laporan berita terkini yang terverifikasi mengenai kematian Kim Jong-un.
Pada 27 April, Reuters melaporkan pemerintah Korea Selatan meminta publik berhati-hati terhadap rumor tersebut dan mengatakan tidak mendeteksi aktivitas luar biasa di Korea Utara. Pada 1 Mei 2020, media pemerintah Korea Utara menampilkan Kim Jong-un menghadiri peresmian pabrik pupuk di Sunchon. Kemunculan itu mematahkan klaim bahwa dia telah meninggal.
4. 18 Oktober 2026, Dirumorkan Meninggal akibat Pendarahan Otak
Rumor terbaru menyebar melalui media sosial pada akhir pekan 18–19 Oktober. Wanjun Xie, Ketua Partai Demokrasi China (partai oposisi yang dilarang), mengeklaim Kim Jong-un mengalami pendarahan otak, jatuh koma, dan meninggal setelah dibawa ke Beijing untuk mendapat perawatan medis. Klaim lain dari Xie menyebut adiknya Kim Jong-un, Kim Yo-jong, telah mengambil alih kekuasaan.Namun, klaim tersebut tidak disertai bukti independen yang dapat mengonfirmasi kematian Kim Jong-un. Klaim tersebut terpatahkan setelah media pemerintah Korea Utara, KCNA, pada Selasa (20/10/2026), menerbitkan foto-foto Kim Jong-un menghadiri pameran pakaian dan sepatu bersama putrinya pada hari Senin.









