Trump Kecewa NATO Tak Loyal pada AS: 'Saat Kami Minta Bantuan terkait Iran...'
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kekecewaannya terhadap sekutu-sekutu NATO saat berbicara di hadapan para pendukungnya dalam sebuah kampanye pada hari Senin. Menurutnya, aliansi itu gagal membuktikan loyalitasnya ketika dimintai bantuan oleh militer Amerika terkait perang melawan Iran.
Berbicara dari balik podium kepresidenan, Trump mengungkapkan bahwa langkah pemerintahannya untuk menjangkau negara-negara NATO Eropa lebih ditujukan sebagai upaya untuk menguji komitmen sekutu, bukan karena adanya kebutuhan operasional.
Baca Juga: Anggota DPR Iran Serukan Pembuatan Bom Nuklir, Klaim Mojtaba Tak Akan Melarang
Dia mengeklaim bahwa pasukan Amerika sebenarnya tidak memerlukan bantuan dari pihak luar, melainkan ingin mengetahui apakah sekutu-sekutunya bersedia berdiri bersama Washington, mengingat besarnya dukungan finansial yang diberikan AS kepada aliansi tersebut.
"Saat kami meminta bantuan terkait Iran—bantuan yang sebenarnya tidak kami butuhkan—saya sebenarnya sedang menguji. Saya ingin tahu, apakah kalian mau membantu? Karena kami telah mengeluarkan begitu banyak uang untuk NATO, dan sebagainya," ujar Trump.Trump mengungkapkan kekesalannya atas penolakan dari mitra-mitra Eropa tersebut, seraya menyebut penolakan itu sebagai ganjalan yang tidak akan mudah dilupakan. Dia membandingkan besarnya anggaran pertahanan yang digelontorkan Amerika Serikat untuk mengamankan Eropa dengan keengganan sekutu-sekutu tersebut dalam mengerahkan sumber daya saat diminta oleh Washington.
"Kami menghabiskan ratusan miliar dolar setiap tahun untuk NATO demi melindungi mereka, tetapi ketika kami bertanya, 'Apakah kalian bersedia membantu?', jawabannya adalah, 'Tidak, terima kasih'. 'Oh, tidak, terima kasih?' Apa maksudnya 'Tidak, terima kasih' itu?" imbuh Presiden AS tersebut, seperti dikutip dari Roya News, Selasa (20/10/2026).
Pernyataan ini mencerminkan ketegangan yang terus berlanjut antara pemerintah AS dan negara-negara Eropa anggota NATO terkait komitmen militer bersama serta pembagian beban (burden-sharing).
Sebelumnya, Washington sempat meminta bantuan dan kerja sama aliansi untuk mengamankan jalur pelayaran strategis, termasuk Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.
Sekadar diketahui, Pasal 5 Perjanjian Atlantik Utara (NATO) menjamin pertahanan kolektif secara tegas apabila terjadi serangan terhadap negara anggota di Amerika Utara atau Eropa.
Secara historis, sekutu-sekutu Eropa menolak perluasan kewajiban NATO untuk mencakup operasi sepihak Amerika Serikat atau konflik di luar wilayah aliansi—seperti keterlibatan militer di Timur Tengah—tanpa adanya mandat atau konsensus internasional yang jelas.









