Apa Itu MOAB? 'Ibu Segala Bom' Berbobot 9.800 Kg yang Akan Dijatuhkan AS di Iran
Pentagon sedang menyusun rencana untuk menggunakan bom konvensional terbesar dalam persenjataan Amerika Serikat (AS) dalam perang melawan Iran. Rencana ini terungkap dalam laporan CNN, yang mengutip sejumlah sumber di pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Jika disetujui, serangan tersebut akan menjadi penggunaan tempur kedua bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB), atau yang dijuluki “Mother of All Bombs (Ibu dari Segala Bom)", setelah senjata itu digunakan di Afghanistan pada 2017, saat Trump menjalani masa jabatan pertamanya.
Baca Juga: AS Hendak Jatuhkan 'Induk Segala Bom' Berbobot 9.800 Kg di Iran, Apa Targetnya?
Mengutip dari laporan CNN, Jumat (16/10/2026), operasi semacam itu terutama akan berfungsi sebagai bentuk “perang psikologis” terhadap pasukan Iran, sekaligus berpotensi meningkatkan dukungan publik di dalam negeri terhadap pemerintahan Trump.
Sejumlah sumber pemerintah Trump mengindikasikan bahwa “Ibu dari Segala Bom” tersebut dapat dijatuhkan menjelang pemilu sela AS pada awal November. Sumber-sumber tersebut tidak merinci target MOAB jika benar-benar dijatuhkan di Iran.Apa Itu 'Ibu Segala Bom' yang Akan Dijatuhkan di Iran?
GBU-43/B MOAB adalah bom konvensional berpemandu GPS yang dikembangkan oleh Laboratorium Penelitian Angkatan Udara Amerika Serikat.Bom ini memiliki berat sekitar 9.800 kilogram, panjang sekitar 9,1 meter, dan memuat sekitar 8.480 kilogram bahan peledak.Ledakan yang dihasilkan setara dengan kurang lebih 11 ton TNT. Senjata ini dirancang untuk menyasar posisi musuh, peralatan militer, serta area luas yang menampung kekuatan lawan.
Berbeda dengan senjata nuklir, MOAB menggunakan bahan peledak konvensional dan tidak menghasilkan dampak radioaktif.
Menurut laporan CNN, senjata ini dikembangkan dan diuji coba pada tahun 2003.
Nama resmi bom ini adalah Massive Ordnance Air Blast, yang disingkat menjadi MOAB.Namun, bom ini lebih dikenal luas dengan julukan "Ibu dari Segala Bom" karena ukurannya yang sangat masif dan daya hancurnya yang luar biasa.
Julukan ini juga merujuk pada frasa yang pernah digunakan oleh mantan pemimpin Irak, Saddam Hussein, saat menyebut Perang Teluk 1991 sebagai "ibu dari segala pertempuran".
Ungkapan tersebut menjadi sangat dikenal dan sering dikaitkan dengan nama tidak resmi dari senjata ini.
Angkatan Udara Amerika Serikat mengakui julukan tersebut dalam sebuah artikel tertanggal Maret 2008 yang berjudul "Lima Tahun Kemudian, Senjata Ini Masih Dikenal sebagai 'Ibu dari Segala Bom'".
Penamaan resmi maupun julukan senjata ini juga didokumentasikan olehAir and Space Forces Magazine.
Kapan Pertama Kali Digunakan?
Amerika Serikat pertama kali menggunakan MOAB dalam pertempuran pada 13 April 2017, dengan menyasar militan Islamic State atau ISIS di provinsi Nangarhar, Afghanistan. Bom tersebut dijatuhkan pada jaringan terowongan dan gua yang digunakan oleh kelompok teroris di dekat perbatasan Pakistan.Serangan ini menandai penggunaan senjata tersebut dalam pertempuran untuk pertama kalinya, hampir 14 tahun setelah pengembangannya.
Meskipun MOAB termasuk salah satu bom konvensional terbesar yang pernah digunakan dalam pertempuran, kekuatannya jauh lebih kecil dibandingkan senjata nuklir.
Daya ledak yang sangat besar serta kemampuan destruktifnya menjadikan senjata ini salah satu yang paling dikenal dalam persenjataan militer AS.




