Houthi Merudal Situs Minyak Aramco, Klaim Balas Dendam atas Agresi Arab Saudi
Kelompok Houthi Yaman mengumumkan telah menyerang fasilitas perusahaan minyak Aramco milik Arab Saudi dengan rudal dan drone pada hari Sabtu. Kelompok pemberontak pro-Iran itu mengeklaim serangan tersebut sebagai balas dendam atas apa yang mereka sebut sebagai agresi militer Riyadh terhadap Ibu Kota Yaman, Sana'a.
Video-video dari serangan itu menunjukkan kebakaran terjadi di fasilitas Aramco di dekat Riyadh.
Baca Juga: Arab Saudi Siapkan Serangan Besar-besaran ke Houthi
Militer Houthi, yang menyatakan diri sebagai Angkatan Bersenjata Yaman, mengatakan operasi tersebut berhasil mencapai target yang ditetapkan. Menurut mereka, serangan dilakukan secara presisi dan langsung hingga memicu kebakaran di lokasi yang menjadi target.
Militer Houthi kerap menggambarkan diri sebagai Angkatan Bersenjata Yaman karena merasa sebagai pemerintah yang sah di Yaman dan berkuasa di Sana'a. Namun, dunia internasional sampai sekarang hanya mengakui pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi sebagai otoritas yang sah.Putin: Kemenangan Akan Jadi Milik Kita
Operasi Houthi dilakukan setelah Arab Saudi meluncurkan 60 serangan udara dan rudal terhadap Sana'a dan wilayah Yaman lainnya dalam 24 jam terakhir sebelumnya. Jumlah total serangan Arab Saudi sejak eskalasi terbaru terhadap Yaman kini mencapai 1.410 serangan, menurut pernyataan tersebut.“Penumpahan darah rakyat Yaman dengan cara yang kriminal dan brutal seperti ini mengharuskan angkatan bersenjata, bersama seluruh rakyat kami yang bebas, mengambil semua langkah eskalasi yang diperlukan dan tindakan pencegahan,” bunyi pernyataan Houthi, kelompok pemberontak yang nama resminya adalah Ansar Allah.
"Harga yang harus dibayar atas pengabaian terhadap darah rakyat Yaman akan tinggi dan sangat mahal," lanjut pernyataan Houthi.
Houthi kembali menegaskan komitmennya terhadap prinsip yang selama ini mereka nyatakan, yakni “blokade dibalas dengan blokade” dan “eskalasi dibalas dengan eskalasi”. Mereka mengatakan operasi terhadap konsentrasi pasukan Arab Saudi akan terus dilakukan sampai serangan dihentikan dan blokade terhadap Yaman dicabut sepenuhnya.
Houthi Digempur 71 Serangan
Sementara itu, pada hari yang sama, pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi menyatakan telah melancarkan 71 operasi terarah yang menyasar titik kumpul, penumpukan kekuatan militer, dan pasukan bantuan Houthi di berbagai wilayah Kegubernuran Taiz.Menurut militer Yaman, operasi tersebut menghancurkan sejumlah kendaraan angkut dan pendukung milik Houthi, melumpuhkan anggota milisi, serta mengganggu kemampuan kelompok tersebut untuk melanjutkan pertempuranSeorang komandan militer Yaman di Jabal Han (Gunung Han) mengatakan bahwa pasukan Houthi telah berulang kali mencoba menyusup dan menguasai gunung tersebut dalam upaya mengepung kota Taiz.
"Kami menggagalkan upaya Houthi untuk menguasai Jabal Han demi mengepung kota Taiz," ujar komandan tersebut kepada Al Arabiya English, Minggu (4/10/2026),seraya menambahkan bahwa bentrokan dengan Houthi terus berlangsung sepanjang malam.
Sementara itu, pesawat tempur militer Yaman melancarkan serangan udara baru yang menyasar posisi dan pasukan bantuan Houthi di garis depan Haifan dan Rasen, di sebelah selatan Taiz.
Selain itu, militer Yaman mengeklaim berhasil menguasai Benteng Samah di wilayah tenggara Taiz setelah terlibat bentrokan sengit dengan Houthi.






