Zelensky: Korut Bersiap Kerahkan 10.000 Tentara Lagi ke Rusia

Zelensky: Korut Bersiap Kerahkan 10.000 Tentara Lagi ke Rusia

Global | sindonews | Selasa, 29 September 2026 - 08:11
share

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa terdapat lebih dari 8.000 tentara Korea Utara (Korut) di wilayah Rusia. Menurutnya, saat ini Pyongyang sedang bersiap untuk mengerahkan 10.000 tentara tambahan.

"Mereka sedang dipilih untuk menjalani pelatihan dan kemudian dikerahkan ke Rusia," kata Zelensky, mengutip apa yang dia sebut sebagai "data baru" mengenai pengerahan tentara Korut ke Rusia, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (29/9/2026).

Baca Juga: Korsel Marah, Tuntut Ukraina Minta Maaf karena Bocorkan Rahasia 2 Tawanan Perang Korut

Pada Agustus lalu, Presiden Ukraina tersebut mengatakan bahwa hingga 50.000 tentara Korut dapat dikirim untuk berperang membela Rusia. Dia lantas meminta Korea Selatan (Korsel) untuk memberikan dukungan bagi pertahanan udara Ukraina.

Korsel mengumumkan paket bantuan senilai USD100 juta untuk Ukraina pada bulan Juli, meskipun bantuan tersebut tidak mencakup senjata mematikan.

Komentar terbaru Zelensky, yang disampaikan pada hari Senin, muncul setelah Seoul dan Kyiv berselisih paham mengenai pengumumannya pekan lalu bahwa Ukraina telah menyerahkan dua tentara Korut yang ditangkap kepada Korea Selatan.Seoul menyesalkan pengumuman Zelensky tersebut, dengan merujuk pada kesepakatan untuk menjaga kerahasiaan penyerahan dua tentara Korut itu. Korea Selatan juga memprotes apa yang disebutnya sebagai pernyataan keliru dari kantor kepresidenan Ukraina yang menyangkal adanya kesepakatan kerahasiaan semacam itu.

Korut telah mengirimkan sekitar 14.000 hingga 15.000 tentara untuk mendukung perang Rusia di Ukraina sejak tahun 2024—berdasarkan perkiraan pihak Ukraina dan Korea Selatan—dengan sebagian besar dikerahkan ke wilayah Kursk untuk membantu menghalau serangan lintas batas Ukraina.

Pyongyang juga telah memasok jutaan peluru artileri dan mortir kepada Rusia, serta rudal balistik, sistem artileri jarak jauh, dan sistem peluncur roket ganda, menurut penilaian pihak Ukraina maupun pihak independen.

Topik Menarik