Houthi Sangkal Tudingan Serang Kota Madinah

Houthi Sangkal Tudingan Serang Kota Madinah

Global | sindonews | Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:31
share

Kelompok Houthi Yaman membantah telah menargetkan pembangkit listrik di kota Madinah. Sebelumnya, koalisi pimpinan Arab Saudi menuduh kelompok pejuang tersebut menargetkan fasilitas yang memasok listrik ke Masjid Nabawi, salah satu situs paling suci dalam dunia Islam.

Seorang pejabat senior Houthi menyebut tuduhan itu sebagai "kebohongan" yang bertujuan mencoreng citra kelompoknya dan memperkuat klaim serupa yang pernah dilontarkan koalisi Saudi tersebut di masa lalu.

Pada hari Kamis, juru bicara koalisi Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menuduh pejuang Yaman menyerang gardu distribusi listrik Taibah di Madinah awal pekan ini.

Ia menyebutnya sebagai "tindakan teroris pengecut" dan bagian dari dugaan kampanye lebih luas oleh Houthi untuk "menargetkan Dua Masjid Suci."

Pada pertengahan September, Arab Saudi menuduh Houthi meluncurkan pesawat nirawak (drone) ke arah kota suci Mekkah. Pihak Saudi menambahkan pesawat nirawak tersebut berhasil dicegat dan dihancurkan. Pemimpin gerakan Yaman tersebut, Abdel-Malik al-Houthi, menepis klaim itu sebagai "kebohongan keji" dalam pidato yang disiarkan televisi saat itu.

Ia menyatakan Riyadh sedang "menjadikan kebohongan sebagai senjata" demi memajukan agendanya sendiri.

Perkembangan ini memicu kekhawatiran di Turki dan Pakistan, negara-negara yang menandatangani perjanjian pertahanan bersama dengan Arab Saudi pada bulan Agustus.

Saat berpidato di hadapan Majelis Umum PBB pekan lalu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyebut setiap "ancaman terhadap kesucian" kota suci umat Islam, Mekkah dan Madinah, sebagai "garis merah yang tidak boleh dilanggar."

Ankara mengecam dugaan serangan di Madinah pekan ini. "Setiap serangan yang menargetkan kesucian, kedamaian, dan keamanan Dua Masjid Suci merupakan penghinaan yang tidak dapat diterima terhadap sentimen bersama seluruh dunia Islam," ujar juru bicara pemerintah Turki, Burhanettin Duran, melalui platform X pada hari Jumat. Ia menegaskan Turki "akan terus mendukung Arab Saudi."Situasi ini terjadi di tengah eskalasi yang terus berlanjut antara Houthi dan koalisi pimpinan Saudi. Riyadh telah mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam menghadapi kelompok Houthi sejak melakukan intervensi dalam perang saudara di negara tersebut pada tahun 2015.

Pertempuran berskala besar sebagian besar telah mereda setelah tercapainya gencatan senjata yang ditengahi PBB pada tahun 2022, namun konflik kembali berkobar pada musim panas ini setelah satu bandara di ibu kota Yaman, Sanaa—yang dikuasai Houthi—dibom guna mencegah pendaratan delegasi Houthi yang baru saja kembali dari Iran.

Baca juga: Diduga Diluncurkan Houthi, Arab Saudi Ungkap Serpihan Rudal Melukai Seorang Warga di Asir

Topik Menarik