Penjaga Pantai AS Cegat Kapal Bawa Bahan Bakar Minyak untuk Kuba

Penjaga Pantai AS Cegat Kapal Bawa Bahan Bakar Minyak untuk Kuba

Global | sindonews | Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:30
share

Penjaga Pantai Amerika Serikat (USCG) pada hari Jumat (2/10/2026) mengumumkan mereka telah menyita satu kapal yang sedang mengangkut muatan bahan bakar ke Kuba. Ini terjadi di tengah blokade yang masih dilakukan AS terhadap Kuba.

"Penjaga Pantai berhasil melakukan pencegatan terhadap kapal Motor Vessel (M/V) Grace, menyusul upaya penegakan hukum internasional terkoordinasi yang mengonfirmasi adanya penyelundupan bahan bakar secara ilegal oleh kapal tersebut ke Kuba," ungkap USCG dalam siaran pers.

Kapal tersebut disita di Laut Karibia pada awal September. Setelah dicegat, kapal itu diarahkan ke perairan Meksiko, tempat Angkatan Laut Meksiko melakukan pemeriksaan dan mengonfirmasi keberadaan bahan bakar dalam jumlah besar di tangki pemberat (ballast tanks) serta di sejumlah kontainer.

"Dalam mendukung kebijakan Pemerintah AS serta berkoordinasi dengan mitra antarlembaga dan internasional, Penjaga Pantai Amerika Serikat terus melaksanakan operasi untuk memerangi aktivitas maritim ilegal yang dilakukan oleh 'armada gelap' (dark fleet), kapal tanpa kewarganegaraan, dan kapal-kapal yang tidak mematuhi standar internasional," lanjut USCG.

Dalam beberapa bulan terakhir, Amerika Serikat telah meningkatkan tekanan sanksi terhadap Kuba. Pada akhir Januari, AS memberlakukan bea masuk atas impor dari negara-negara yang memasok minyak ke pulau tersebut dan menyatakan keadaan darurat akibat dugaan ancaman Kuba terhadap keamanan nasional AS.

Langkah ini memperparah kelangkaan bahan bakar di Kuba, yang berdampak pada pembangkit listrik, transportasi, produksi pangan, layanan kesehatan, dan pendidikan.

Menurut Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez, sejak dimulainya blokade, pulau tersebut hanya menerima satu kali pengiriman minyak, yakni 100.000 ton minyak mentah yang dikirim oleh Rusia menggunakan kapal tanker Anatoly Kolodkin pada akhir Maret.

Baca juga: Diduga Diluncurkan Houthi, Arab Saudi Ungkap Serpihan Rudal Melukai Seorang Warga di Asir

Topik Menarik