Pemilu Israel: Blok Netanyahu Diprediksi Raih 51 Kursi, Kubu Oposisi 53 Kursi
Partai-partai oposisi Israel diperkirakan akan memenangkan 53 kursi dibandingkan 51 kursi untuk blok Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Data itu menurut jajak pendapat yang diterbitkan pada hari Jumat (2/10/2026), kurang dari sebulan sebelum pemilihan umum 27 Oktober.
Survei yang diterbitkan harian Maariv tersebut juga memprediksi perolehan 12 kursi bagi partai-partai Arab dan empat kursi untuk partai Reservist yang dipimpin Yoaz Hendel.
Berdasarkan proyeksi tersebut, baik kubu Netanyahu maupun oposisi tidak akan mencapai ambang batas mayoritas 61 kursi yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan di Knesset (parlemen) yang beranggotakan 120 orang.
Sebagian besar pemimpin oposisi menyatakan tidak akan mengandalkan dukungan partai-partai Arab untuk membentuk pemerintahan, sehingga prospek koalisi pemerintahan menjadi tidak pasti.
Maariv menyebutkan blok Netanyahu memperoleh tambahan dua kursi dibandingkan survei sebelumnya, sementara kubu oposisi kehilangan dua kursi, sehingga mempersempit selisih antara kedua kubu menjadi dua kursi.Di dalam kubu Netanyahu, Partai Likud miliknya diprediksi memenangkan 19 kursi, diikuti Partai Jewish Power (Kekuatan Yahudi) pimpinan Menteri Keamanan Nasional ekstremis Itamar Ben-Gvir dengan sembilan kursi.
Partai-partai ultra-Ortodoks, Shas dan United Torah Judaism, masing-masing diperkirakan meraih tujuh kursi, sementara Partai Religious Zionism (Zionisme Religius) pimpinan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich akan mendapatkan lima kursi, dan Partai People of Israel (Bangsa Israel) pimpinan Ofer Winter mendapatkan empat kursi.
Di antara partai-partai oposisi, Partai Yashar pimpinan Gadi Eisenkot diprediksi memenangkan 21 kursi, Together (Bersama) pimpinan Naftali Bennett meraih 13 kursi, Democrats (Demokrat) pimpinan Yair Golan mendapat 10 kursi, dan Yisrael Beytenu pimpinan Avigdor Lieberman memperoleh sembilan kursi.
Joint List (Daftar Bersama) yang dipimpin Yousef Jabareen diprediksi meraih tujuh kursi, sementara United Arab List (Daftar Arab Bersatu) pimpinan Mansour Abbas akan mendapatkan lima kursi.
Terkait pertanyaan jajak pendapat mengenai kelayakan sebagai perdana menteri, Eisenkot mengungguli Netanyahu dengan perolehan 47 berbanding 41, di mana selisihnya menyempit menjadi enam poin persentase.Bennett mengungguli Netanyahu dengan perolehan 45 berbanding 41, sementara Netanyahu mengungguli Lieberman dengan perolehan 44 berbanding 39.
Perdana Menteri Israel tidak dipilih secara langsung. Pembentukan pemerintahan bergantung pada perolehan dukungan parlemen yang memadai.
Survei tersebut juga menemukan 67 warga Israel menyatakan kekhawatiran mengenai kemungkinan terjadinya insiden keamanan berskala serangan 7 Oktober 2023.
Dari responden yang disurvei, 43 merasa cukup khawatir dan 24 merasa sangat khawatir. Sebanyak 26 lainnya tidak merasa khawatir, sementara 7 belum menentukan sikap.
Lazar Research melakukan survei ini terhadap 602 orang dewasa di Israel. Survei tersebut memiliki margin kesalahan sebesar empat poin persentase.
Baca juga: Iran Terima Respons AS soal Usulan Pembukaan Lagi Selat Hormuz






