4 Keunggulan Rudal Castle Breaker Iran yang Mampu Hancurkan Pangkalan AS
Rudal Kheibar Shekan milikIran—yang dalam bahasa Persia berarti "Penghancur Benteng" (Castle Breaker)—telah menjadi salah satu senjata yang paling banyak dibicarakan dalam perang AS-Israel melawan Iran.
Rudal balistik jarak menengah ini digunakan oleh Iran dalam serangan terhadap sasaran militer dan infrastruktur AS di Timur Tengah pekan ini. Langkah ini diambil Teheran untuk menunjukkan bahwa persediaan rudalnya masih memadai setelah enam bulan menghadapi serangan yang datang silih berganti dari AS dan Israel.
Perang memasuki fase baru pekan ini setelah jeda pertempuran selama satu bulan, ketika pasukan AS menyerang peluncur roket di Pulau Larak, Iran—yang terletak di Selat Hormuz dekat pelabuhan strategis Bandar Abbas—pada hari Senin. Tindakan tersebut memicu Iran untuk membalas dengan menyerang aset militer AS di Yordania.
Sejak saat itu, Amerika Serikat telah melancarkan lebih banyak serangan terhadap berbagai sasaran Iran, dan Teheran kembali membalas dengan tindakan serupa, menyasar beberapa pangkalan AS di kawasan tersebut, termasuk di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA).
4 Keunggulan Rudal Castle Breaker Iran yang Mampu Hancurkan Pangkalan AS
1. Memiliki Daya Jaya Jelajah yang Jauh
Ini adalah rudal balistik jarak menengah yang dikembangkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebagai bagian dari jajaran rudal mereka yang lebih luas.Rudal ini merupakan salah satu sistem rudal jarak menengah terbaru milik Iran, dengan jangkauan sekitar 1.450 km (901 mil) dan kapasitas muatan (hulu ledak) antara 449 kg hingga 590 kg (990 pon hingga 1.300 pon).Sebagai perbandingan, AS telah memperkenalkan *Precision Strike Missiles* (PrSM) dalam konflik tersebut; rudal ini digambarkan oleh produsennya, Lockheed Martin, sebagai rudal serangan presisi jarak jauh yang mampu menghantam target dalam jarak mulai dari 60 km (37 mil) hingga lebih dari 499 km (310 mil).
AS juga telah menggunakan rudal jelajah Tomahawk, yaitu senjata berpemandu presisi jarak jauh yang mampu terbang di ketinggian rendah dan menghantam target hingga jarak 2.500 km (1.550 mil).
2. Menggunakan Bahan Bakar Padat
Kheibar Shekan diperkenalkan pada tahun 2022 dan namanya diambil dari Khaybar, istilah untuk sebuah permukiman berbenteng yang terkait dengan sejarah awal Islam. Kata Shekan berarti penghancur atau pemecah.Salah satu karakteristik utama rudal ini adalah sistem propulsi berbahan bakar padat, yang memungkinkannya diluncurkan dalam hitungan menit saat situasi krisis. Rudal berbahan bakar padat sudah memiliki bahan bakar di dalamnya sejak awal, sehingga tidak perlu diisi bahan bakar sesaat sebelum peluncuran—sebuah proses yang bisa memakan waktu beberapa jam. Hal ini membuatnya lebih mudah dan aman untuk dioperasikan, lebih sulit terdeteksi, serta membutuhkan dukungan logistik yang lebih sedikit untuk pengangkutan bahan bakar.
Bahan bakarnya memiliki kepadatan tinggi dan terbakar dengan cepat, menghasilkan daya dorong yang singkat namun kuat. Bahan bakar ini juga dapat disimpan dalam waktu lama tanpa mengalami penurunan kualitas atau kerusakan, berbeda dengan bahan bakar cair yang lebih rentan terhadap degradasi.
3. Digunakan Menarget Pangkalan AS
Di mana Iran menggunakan rudal Castle Breaker miliknya? Iran telah berulang kali menyatakan bahwa mereka menggunakan rudal Kheibar Shekan untuk menyerang posisi militer AS di kawasan tersebut sejak konflik enam bulan itu bermula dengan serangan AS-Israel terhadap Teheran dan lokasi-lokasi lain di sekitar Iran pada 28 Februari.Lembaga penyiaran negara IRIB melaporkan bahwa pasukan Iran mengerahkan rudal tersebut dalam serangan balasan terhadap aset-aset AS di Yordania pekan ini.Pada 20 Juli, IRGC merilis rekaman yang memperlihatkan rudal Kheibar Shekan—bersama dengan rudal balistik Fateh-110, Zolfaghar, dan Emad—digunakan dalam serangan terhadap target militer AS.
Empat hari sebelumnya, IRGC menyatakan telah menargetkan fasilitas pemeliharaan jet AS dan pusat komando serta kendali yang baru di Azraq, Yordania, menggunakan rudal Kheibar Shekan.
4. Jadi Andalan IRGC
Iran memiliki kombinasi rudal jarak pendek, menengah, dan jauh.Rudal balistik jarak pendek, yang memiliki jangkauan sekitar 150 km hingga 800 km (93-500 mil), dirancang untuk menjangkau target militer di dekatnya melalui serangan regional yang cepat.
Sistem utamanya mencakup varian Fateh: Zolfaghar, Qiam-1, dan rudal Shahab-1/2 yang lebih lama. Jangkauan yang lebih pendek ini bisa menjadi keuntungan dalam situasi krisis karena rudal-rudal tersebut dapat diluncurkan secara bertubi-tubi, sehingga memperpendek waktu peringatan dan menyulitkan upaya serangan pendahuluan (pre-emptive strike).Rudal balistik—dengan jangkauan sekitar 1.500 km hingga 2.000 km (900–1.200 mil)—mencakup sistem seperti Shahab-3, Emad, Ghadr-1, varian Khorramshahr, dan Sejjil, serta desain yang lebih baru seperti Kheibar Shekan dan Haj Qassem.
Rudal-rudal ini menempatkan target-target Israel dan lokasi-lokasi yang terkait dengan AS di negara-negara Teluk dalam jangkauan serangannya.
Iran juga memiliki persenjataan rudal jelajah seperti Soumar, Ya-Ali, varian Quds, Hoveyzeh, Paveh, dan Ra’ad. Rudal Soumar memiliki jangkauan 2.500 km (1.553 mil).
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebelumnya membatasi jangkauan rudal Iran hingga 2.200 km (1.367 mil), namun mencabut batasan tersebut setelah perang 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni 2025.







