Tim Kampanye Lula: Trump Ingin Kuasai Brasil dan Rebut Sumber Daya Alam
Tim kampanye Presiden Luiz Inacio Lula da Silva menyatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ingin “mengolonisasi” Brasil dan menguasai sumber daya alamnya dengan cara mencampuri pemilihan presiden negara tersebut yang akan datang. Tudingan itu muncul menjelang pemilu presiden yang semakin ketat persaingannya.
Meta memblokir akun iklan yang digunakan tim kampanye Lula di Facebook hanya beberapa hari sebelum putaran pertama pemilihan presiden pada 4 Oktober, di mana petahana berhaluan kiri, Lula, berupaya meraih masa jabatan keempat melawan saingan utamanya, Senator sayap kanan Flavio Bolsonaro.
Jajak pendapat terkini menunjukkan persaingan ketat antara kedua kandidat, dengan putaran kedua dijadwalkan pada 25 Oktober jika tidak ada yang meraih lebih dari separuh suara.
Dalam iklan televisi berdurasi satu menit yang ditayangkan pada hari Kamis, tim kampanye Lula menuduh Trump mencampuri pemilihan Brasil dalam upaya mengubah negara itu kembali menjadi koloni dan merampas sumber daya alamnya. Video tersebut menyoroti iklan politik yang didanai AS yang menyasar pemilih Brasil, dugaan keterlibatan perusahaan teknologi Amerika, serta peringatan intelijen bahwa risiko campur tangan AS telah mencapai “tingkat kritis.”
“Flavio Bolsonaro adalah kandidat Trump,” ujar narator. “Dan yang diinginkan Trump adalah mengolonisasi Brasil, mengambil kekayaan kita, mencuri masa depan kita, dan membiarkan kita tertinggal.”
Trump sangat mendukung ayah Flavio, mantan Presiden Jair Bolsonaro, selama persidangannya terkait dugaan rencana untuk membatalkan kekalahannya dalam pemilihan tahun 2022 dan tetap berkuasa.
Risiko Campur Tangan AS di Brasil Berada pada Tingkat Kritis
Iklan tersebut mengutip penilaian rahasia dari Badan Intelijen Brasil (ABIN) yang dikirimkan kepada pihak kepresidenan, pengadilan pemilu negara tersebut, dan Kementerian Kehakiman.Dokumen itu memperingatkan adanya peningkatan tekanan AS terhadap Brasil dan menyatakan risiko pengaruh atau campur tangan pihak luar dalam pemilihan tersebut telah mencapai “tingkat kritis.”“Menurut ABIN, tekanan dari Amerika Serikat akan meningkat dan tujuan Trump adalah mengalahkan Lula demi menguasai sumber daya alam kita,” demikian bunyi iklan kampanye tersebut.
Lula menegaskan kembali tuduhan tersebut di platform X, dengan menyatakan Bolsonaro ingin “menyerahkan sumber daya alam kita kepada Amerika Serikat.” "Jika terserah padanya, Brasil akan kembali menjadi koloni," tulis presiden tersebut.
Video kampanye itu juga mengisyaratkan adanya kaitan langsung antara kampanye Bolsonaro dan kepentingan politik AS. "Dan kini kita tahu ada dana Amerika dalam kampanye Flavio," ujar narator, merujuk pada Rockbridge Network, jaringan donor rahasia asal AS yang didirikan bersama pada tahun 2019 oleh Wakil Presiden JD Vance dan investor Chris Buskirk.
Reuters menggambarkan organisasi yang didukung pihak Silicon Valley ini sebagai penyandang dana bagi media sayap kanan, survei, dan operasi pengerahan pemilih untuk menyebarkan paham nasionalisme ala Trump.
Sejumlah investor kaya seperti Peter Thiel dan Rebekah Mercer dilaporkan termasuk di antara para pendukungnya.Media Brasil melaporkan Pedro Sang, yang disebut sebagai penyelenggara Rockbridge di Brasil, turut mendirikan markas kampanye Bolsonaro di Sao Paulo dan memegang peran kepemimpinan di sana.
Partai Pekerja (Workers’ Party) yang dipimpin Lula meminta Mahkamah Agung Brasil untuk menyelidiki kemungkinan adanya pendanaan asing, hal yang dilarang menurut undang-undang pemilu Brasil. Sang membantah Rockbridge memberikan dana untuk kampanye politik di Brasil.
Meta Memblokir Iklan Kampanye Lula
Sementara itu, Meta telah menonaktifkan akun iklan yang digunakan oleh tim kampanye Lula di Facebook, sehingga mencegah penayangan iklan baru hanya beberapa hari menjelang pemilihan umum.Pihak kampanye menyatakan raksasa teknologi AS tersebut tidak memberikan penjelasan atas langkah itu dan menuntut pemulihan akses, sembari mengancam akan menempuh jalur hukum dan menyebut pembatasan tersebut sebagai contoh lain dari dugaan campur tangan perusahaan teknologi raksasa (Big Tech) dalam pemilu.
"Bukti adanya campur tangan sudah jelas, hal itu terus terjadi, dan kami telah mengecamnya secara terbuka," kata kepala komunikasi Partai Pekerja, Eden Valadares. Meta belum memberikan penjelasan publik mengenai alasan penonaktifan akun tersebut.
Langkah ini menyusul studi yang diterbitkan pekan lalu, yang menemukan Meta menyetujui 13 dari 15 iklan politik uji coba yang dibayar melalui akun berbasis di AS dan menargetkan pemilih Brasil, termasuk satu video buatan AI yang menampilkan Trump saat mendesak warga Brasil untuk memilih Bolsonaro.
Para peneliti tidak benar-benar menayangkan iklan-iklan tersebut, sementara pihak Meta menyatakan eksperimen itu tidak mencerminkan skala upaya mereka dalam melindungi pemilu Brasil.
Baca juga: Penasihat Mojtaba: Jika Iran Tak Bisa Lakukan Penerbangan, maka Tak Ada Pihak Lain yang Bisa Terbang










