AS Terbuka untuk Pertemuan dengan Iran di PBB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan kepada NBC News bahwa AS terbuka untuk mengadakan pertemuan dengan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pernyataan itu muncul seiring perang yang masih berlangsung antara AS dan Iran.
"Kami terbuka untuk hal itu. Saya rasa belum ada jadwal yang ditetapkan saat ini, namun kami tentu terbuka terhadap kemungkinan tersebut, terutama jika hal itu berpotensi menghasilkan sesuatu yang positif dan pada akhirnya mencapai tujuan utama dari semua ini," ujar Rubio dalam wawancara dengan acara Today.
Dia menegaskan, "Tujuan utamanya adalah fakta bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Mereka sama sekali tidak boleh memilikinya."
Sementara itu, Luciano Zaccara, profesor peneliti bidang politik kawasan Teluk di Universitas Qatar, mengatakan rumor mengenai pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Iran Pezeshkian di Sidang Umum PBB (UNGA) kemungkinan besar tidak akan terwujud.
Namun, Zaccara menyebutkan Trump akan bertemu dengan para pemimpin negara Teluk di New York, dan hasil pembicaraan tersebut dapat memengaruhi perang yang telah berlangsung hampir tujuh bulan di Timur Tengah."Ini adalah wadah yang tepat untuk menyampaikan langkah-langkah selanjutnya serta bagaimana langkah-langkah tersebut dapat dilaksanakan. Kita perlu lebih mencermati pertemuan-pertemuan di sela-sela acara utama yang akan dilakukan Trump dengan pihak GCC," ujarnya kepada Al Jazeera.
Dia menjelaskan, "Amerika Serikat terus mendorong strategi yang sama—yakni memadukan keterlibatan militer dengan tekanan ekonomi—namun strategi tersebut tidak akan berhasil."
Zaccara mencatat Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani telah menyatakan dengan tegas bahwa diplomasi untuk mengakhiri konflik adalah satu-satunya jalan ke depan.
Dalam pertemuan-pertemuan dengan Trump tersebut, para pemimpin negara Teluk akan "menyampaikan apa yang menurut mereka perlu terjadi di kawasan ini demi tercapainya perdamaian abadi," tambahnya.
Baca juga: Garda Revolusi Iran Ancam Ubah Geografi Perang jika Diserang Lagi








