China Menentang Sanksi Ilegal AS pada Maskapai Penerbangan Iran

China Menentang Sanksi Ilegal AS pada Maskapai Penerbangan Iran

Global | sindonews | Selasa, 22 September 2026 - 17:28
share

China menyatakan penentangannya terhadap sanksi Amerika Serikat yang dianggap "ilegal" terhadap maskapai penerbangan Iran. Pernyataan China itu muncul sehari setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengancam akan mengambil langkah-langkah tertentu.

Bessent mengatakan kepada CNBC pada hari Senin bahwa "semua maskapai penerbangan Iran akan dihentikan operasinya di seluruh dunia" dalam hitungan hari akibat tekanan sanksi AS. Langkah ini seiring upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran.

"China secara konsisten menentang sanksi sepihak ilegal yang tidak memiliki dasar hukum internasional ataupun otorisasi dari Dewan Keamanan PBB," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers.

Kritik ini muncul tepat sebelum pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping di AS pada hari Kamis.

Sanksi yang diancamkan AS terhadap Iran dapat disebut sebagai bentuk isolasi, karena warga Iran hanya bisa bepergian ke negara-negara tetangga.Irak dan Turki merupakan tujuan utama bagi warga Iran karena jaraknya yang dekat. Selain itu, hubungan perdagangan dan ikatan budaya dengan Iran memudahkan warga Iran untuk bepergian ke luar negeri dan menikmati hiburan.

Sebagai contoh, terdengar kabar bahwa Turki menangguhkan penerbangan Mahan Air beberapa hari yang lalu—mengingat Mahan Air masuk dalam daftar sanksi utama—dan tiga perusahaan Turki yang melayani kebutuhan logistik Mahan Air juga turut dikenai sanksi.

Saat ini, penerbangan maskapai lain masih terus beroperasi, namun tidak ada yang tahu pasti berapa lama pembatasan penerbangan sipil ini akan berlangsung atau sejauh mana dampaknya akan meluas.

Pihak berwenang Iran memandang hal ini sebagai upaya untuk mematikan seluruh industri penerbangan sipil Iran, yang menjadikan warga sipil sebagai sasaran langsung.

Baca juga: Garda Revolusi Iran Ancam Ubah Geografi Perang jika Diserang Lagi

Topik Menarik