Saudi Minta Bantuan AS untuk Gempur Houthi, MBS Temui Pemimpin CENTCOM

Saudi Minta Bantuan AS untuk Gempur Houthi, MBS Temui Pemimpin CENTCOM

Global | sindonews | Senin, 14 September 2026 - 21:20
share

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman telah bertemu dengan kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, di Jeddah.

Menurut televisi pemerintah Saudi, "perkembangan regional" terkini dibahas dalam pertemuan tersebut.

Arab Saudi telah meningkatkan serangan udara terhadap Yaman setelah kelompok Houthi mencatat kemajuan wilayah yang pesat di sepanjang pantai Laut Merah, termasuk jalur pelayaran strategis Bab al-Mandeb.

Melansir Al Arabiya, kedua belah pihak meninjau hubungan bilateral dan perkembangan regional terkini, tambah laporan tersebut.

Sebelumnya, MBS menelepon Presiden Trump dua kali pada hari Kamis, mendesaknya untuk melancarkan serangan terhadap Houthi saat kelompok yang didukung Iran itu semakin mendekati titik sempit (chokepoint) vital di Laut Merah, menurut dua pejabat AS kepada Axios.

Trump menolak, dan para pejabat AS menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana untuk melakukan intervensi langsung terhadap Houthi untuk saat ini.

Harga minyak melonjak pada hari Kamis setelah Houthi merebut kota pesisir strategis di Yaman, yang membawa mereka lebih dekat ke Selat Bab al-Mandab—jalur vital bagi perdagangan global dan ekspor minyak Saudi.

Dengan Iran yang sudah mengganggu lalu lintas melalui Selat Hormuz, kendali Houthi atas Bab al-Mandab dapat memberikan Teheran posisi tawar baru yang kuat terhadap AS dan sekutu-sekutunya di Teluk.

Mereka juga melaporkan terlihatnya kepulan asap di atas jalur pipa minyak utama Saudi yang membentang dari timur ke barat, meskipun sumber asap tersebut tidak jelas. Sorotan utama berita: AS merasa prihatin dengan eskalasi konflik yang cepat di Yaman dan meningkatkan dukungannya bagi Arab Saudi, sembari berupaya menghindari keterlibatan militer secara langsung.Konflik antara Saudi dan Houthi kembali memanas pada bulan Juli setelah Riyadh melarang pesawat Iran—yang membawa pejabat senior Houthi pulang dari pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei—untuk mendarat di Sanaa.

MBS meminta dukungan politik kepada Trump untuk melancarkan serangan terhadap bandara Sanaa, namun menegaskan bahwa Arab Saudi tidak membutuhkan bantuan militer AS. Trump memberikan dukungannya.

Pihak Houthi membalas dengan menyerang kapal tanker Saudi di Laut Merah—yang mengancam jalur vital ekspor minyak kerajaan tersebut—dan kemudian memperluas serangan mereka ke fasilitas energi Saudi.

Arab Saudi dan sekutunya di Yaman merespons dengan serangan udara serta ofensif darat terhadap posisi-posisi Houthi.

Permintaan Arab Saudi akan tindakan militer langsung dari AS menandai perubahan sikap yang drastis dibandingkan bulan Juli, saat Riyadh menyatakan kepada Washington bahwa mereka mampu menghadapi Houthi sendirian.Namun, seiring dengan meningkatnya intensitas pertempuran, pihak Saudi mulai mencari dukungan AS yang lebih besar.

Dalam beberapa minggu terakhir, pejabat militer dan sipil AS telah menyampaikan kepada rekan-rekan mereka di Saudi bahwa arahan Trump adalah agar pasukan Amerika tetap fokus pada Iran dan Selat Hormuz—serta menghindari pembukaan front pertempuran baru—menurut sumber-sumber yang mengetahui diskusi tersebut.

Pada hari Kamis, saat pasukan Houthi bergerak maju menuju kota pesisir Mokha dan pasukan Yaman yang didukung Saudi mundur, MBS menelepon Trump untuk memberikan laporan mengenai situasi yang memburuk, kata para pejabat AS.

Beberapa jam kemudian, MBS kembali menelepon dan mendesak Trump untuk memerintahkan serangan AS terhadap Houthi.

Trump menolak, namun seorang pejabat AS menyatakan bahwa pemerintahannya akan memberikan data intelijen mengenai Houthi serta data penentuan target kepada Arab Saudi.Sekitar 200 personel militer AS saat ini sudah berada di Arab Saudi untuk memberikan dukungan non-kinetik, ujar pejabat tersebut. Apa kata mereka: Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengisyaratkan bahwa prioritas Washington adalah menjaga Laut Merah tetap terbuka, sembari menyerahkan penanganan konflik yang lebih luas kepada mitra-mitra regionalnya.

"Amerika Serikat berfokus melindungi kepentingan inti keamanan nasional kami—seperti menjamin kebebasan navigasi di Laut Merah—sembari memberdayakan mitra-mitra regional kami untuk memimpin upaya pengelolaan dan penyelesaian tantangan keamanan kawasan," ujar pejabat tersebut.

"Kami terus menjalin dialog dengan Arab Saudi dan Pemerintah Republik Yaman terkait stabilitas kawasan."

Topik Menarik